oleh

Covid-19, Nasabah UMKN Mikro Menjerit Kreditur Tetap Tarik Angsuran

BOJONEGORO. Netpitu.com – Terkena dampak ekonomi pandemi Covid-19 warga masyarakat yang menjadi nasabah kredit UMKN (mikro) meminta penundaan pembayaran angsuran kredit yang biasa dibayarkan seminggu sekali.

Akibat kebijakan social distance, psycal distance, pembatasan jam berdagang, dan larangan bekerja luar daerah, yang dikeluarkan oleh bupati Bojonegoro dalam upaya mencegah penyebaran pandemi corona, menjadikan pendatapan warga turun drastis.

Jangankan untuk membayar angsuran kredit, untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga saja warga sudah kelabakan.

Seperti dikatakan Gipong, warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, semua anggota kelompok kreditnya sekarang ini kondisi ekonominya terpuruk karena dampak pandemi virus corona. Lantaran mereka tidak bisa menjalankan usaha seperti biasanya.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test : 168 Pedagang Pasar di Bojonegoro Positif Reaktif

Karenanya ia bersama kelompoknya akan meminta penundaan pembayaran angsuran kredit yang biasa dibayarkan seminggu sekali oleh kelompoknya.

“Bukan kami keberatan untuk membayar angsuran tetapi kami tidak memiliki uang untuk dibayarkan sebagai angsuran. Untuk makan sehari-hari saja kami sudah susah,” ungkap Gipong, kepada netpitu.com, Rabu, (01/04/2020).

Di Desa Sukorejo ada 3 lembaga keuangan mikro yang memberikan kredit kepada pengusaha kecil. Mereka diberikan kredit tabpa anggunan. Ketiga lembaga keuangan mikro tersebut adalah NBK, BTPN, dan Mekaar.

Banner IDwebhost

“Syaratnya warga membentuk kelompok dan memiliki usaha rumahan,” tambah Gipong.

Baca Juga :  Cegah Penularan Covid-19 Pintu Masuk Desa di Kecamatan Zona Merah Dijaga 24 Jam

Meski Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit untuk nasabah perbankan dan kredit UMKN sebagai bentuk campur tangan pemerintah dalam membantu rakyat yang terpuruk ekonominya terkena imbas dampak pandemi Covid-19.

Sementara itu OJK ( Otoritas Jasa Keuangan )!juga telah mengeluarkan peraturan keringan pembayaran angsuran kredit bagi pelaku usaha informal, sebagai tindaklanjut kebijakan presiden.

Namun dalam praktiknya lembaga keuangan kredit mikro itu masih menarik angsuran secara rutin seminggu sekali.

Baca Juga :  Pemdes Kapas Isolasi Warga Yang Pulang Dari Jepang

Bahkan ketika ada kelompok nasabah meminta penundaan pembayaran angsuran petugas pemungut angsuran lembaga kredit tersebut menolak.

Untuk itu warga yang kini tengah terlilit utang tersebut meminta bupati sebagai kepala daerah untuk turun tangan membantu kesulitan ekonomi yang dihadapi warga. Agar kebijakan pemerintah pusat tersebut dipatuhi oleh lembaga keuangan yang menyalurkan kredit UMKN usaha mikro.

(ro)

Bagikan :