oleh

624 Pasangan Catin Pilih Nikah Di Malem Songo

-GOODNEWS-108 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Tradisi melangsungkan akad nikah pada malam 29 Ramadhan atau dalam bahasa Jawa disebut malam songo masih menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat yang berada di Kabupaten Bojonegoro.

Hal tersebut terbukti di Kabupaten Bojonegoro dalam bulan Ramadhan 1440 Hijriyah ada ratusan pasangan calon pengantin yang bakal melangsungkan akad nikah pada malam yang dianggap baik oleh masyarakat ini.

“Data sementara di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro sampai dengan hari Sabtu (01/6/2019) ada 642 pasangan calon pengantin yang akan melangsungkan akad nikah pada malem songo,” kata Kasubag TU, Kemenag Bojonegoro, Mukhlisin Mufa.

Baca Juga :  Rayakan Kemerdekaan RI Bupati dan Forkopimda Lomba Masak Nasi Goreng

Mukhlisin Mufa mengatakan, tradisi melangsungkan akad nikah malem songo masih menjadi budaya masyarakat Jawa khususnya masyarakat Kabupaten Bojonegoro sehingga banyak masyarakat yang ingin menikahkan putra-putrinya di malam yang dianggap penuh berkah tersebut.

“Malem Songo tersebut kalau menurut kalender nasional jatuh pada hari Minggu (02/6/2019) atau malem songo tersebut Minggu malam Senin”, terang Kasubag Kemenag Bojonegoro.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro Mulai Besuk Gelar Operasi Patuh Semeru

Masih menurut Kasubag Kemenag Bojonegoro, akad nikah malem songo tersebut yang paling banyak berasal dari Kecamatan Kedungadem dan Kecamatan Baureno.

“Sedangkan di Kecamatan Gondang pada malem songo tidak ada pasangan calon pengantin yang melangsungkan akad nikah”, jelas Mukhisin Mufa di ruang kerjanya Sabtu (01/6/2019).

Banner IDwebhost

Mukhisin Mufa menambahkan, untuk akad nikah malem songo tersebut biasanya dilakukan diluar Kantor Urusan Agama (KUA) hal tersebut dikarenakan sudah memasuki hari libur Idul Fitri.

Baca Juga :  Upacara Detik Detik Proklamasi Di Bojonegoro Berlangsung Khidmat

“Untuk akan nikah malem songo bagi Kecamatan yang jumlah pasangan calon pengantin banyak biasanya pihak Penghulu melayaninya hingga dini hari. Hal tersebut dikarenakan jumlah penghulu terbatas”, pungkas Kasubag Kemenag Bojonegoro.

(pur)

Bagikan :