oleh

Kades Ngampel : Satukan Energi Positif Rakyat Untuk Membangun Desa

BOJONEGORO. Netpitu.com – Mengisi kemerdekaan dengam pembangunan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap warga negara. Tak terkecuali warga Desa Ngampel, yang sebelas tahun lalu masih terpuruk dalam kemiskinan.

Satukan energi kalian untuk melangkah maju dalam gerak pembangunan yang berkesinambungan. Jangan pernah berhenti, karena kita dituntut oleh zaman yang bergerak lebih cepat dari usia. Lakukanlah itu demi kemakmuran bangsa, keluarga dan anak cucu, ujar Kepala Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Pudjianto, saat memberangkatkan jalan santai warga Desa Ngampel, Minggu, (1/9/2019).

Desa Ngampel adalah contoh nyata dari kekompakkan rakyat yang bersatu. Lantaran sebelas tahun lalu, Desa Ngampel termasuk katagori Desa tertinggal. Dengan kondisi jalan berasal dari tanah liat tanpa dasar batu. Tingkat kesejahteraan warganyapun juga memprihatinkan. Dimana kemiskinan mendominasi tingkat kesejahteraan warga.

“Beda dengan sekarang. Kondisi jalan-jalan di Desa Ngampel sudah beraspal. Lingkungan dan sanitasi air tertata rapi. Tingkat kesejahteraan warga Desa pun mengalami kemajuan signifikan,” papar Pudjianto.

Perubahan ini diakui oleh Kades Ngampel lantaran hadirnya industri Migas di Desa Ngampel sejak 2008 lalu yang dikelola oleh Job PPEJ – .Petrochina. Sejak beroperasi pengeboran sumur minyak oleh perudahaan joint venture itu, tingkat kesejahteraan warga Desa Ngampel mulai terangkat naik.

Baca Juga :  Kabupaten Tuban Raih Juara Umum MTQ Jatim ke 28

Hal itu dikarenakan, warga Desa memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan di bidang Migas. Meski rata-rata warga Desa hanya dilibatkan srbagai tenaga kasar, namun hal tersebut sudah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi warga.

Banner IDwebhost

“Banyak multy plier effect atas adanya industri Migas di Ngampel,” tandas Pudjianto.

Menurutnya, Desa Ngampel mulai mendapatkan comunity social responbility ( CSR ) sejak 2008 hingga 2018. Namun pada 2019 ini belum ada informasi adanya pemberian program CSR dari Pertamina. Karenanya pihak warga mempertanyakan kejelasan CSR yang belum kunjung turun.

“CSR itu kan kewajiban perusahaan pengelola industri Migas di Desa Ngampel. Jadi hak warga jufa untuk menuntut diberikannya CSR olah Pertamina,” tandas Pudjianto.

Lebih lanjut, Pudjianto menjelaskan bahwa dengan kondisi produksi Migas yang terus menurun tiap tahunnya, pihak Desa tidak mau kecolongan. Mengantisipasi habisnya sumber minyak di Desa Ngampel, Pemerintah Desa sejak 2014 lalu telah merencanakan pembangunan pasar Desa Ngampel yang lokasinya berada di kawasan perkotaan Bojonegoro.

Baca Juga :  Nurul Azizah Jabat Sekda Bojonegoro

Pembangunan pasar Desa Ngampel dimaksudkan untuk memberi lapangan pekerjaan bagi warga Desa Ngampel, apabila nanti mereka sudah tidak bisa bekerja di lapangan sumur minyak.

Selain itu juga memberikan peluang berusaha bagi warga Desa Ngampel untuk melakukan kegiatan ekonomi perdagangan di Desanya sendiri. Baik itu berperan sebagai pedagang maupun sebagai pemasok barang. Dengan demikian sumber pendapatan warga Desa lebih terjamin perolehannya.

Tak hanya itu, Pendatapatan Asli Desa tahunan pemerintah Desa pun juga lebih terjamin Karena mendapatkan bagian keuntungan 50 persen dari hasil pengelolaan pasar Desa.

Menurut Kades Ngampel multy plier effect lebih luas dengan adanya pasar Desa Ngampel ini. Apalagi keberadaannya di kawasan perkotaan yang cukup strategis yang dapat terjangkau dari berbagai wilayah.

Karenanya untuk mewujudkan cita-cita pembangunan pasar Desa Ngampel tersebut kekuatan energi positif warga Desa harus bersatu dalam gerak langkahdemi terwujudnya pembangunan pasar Desa yang diidam-idamkan.

Sementara itu, ketua panitia pembangunan pasar Desa Ngampel, Sutrisno ( 55 ) menjelaskan bahwa rencana pembangunan pasar Desa Ngampel merupakan realisasi program visi misi Kepala Desa terpilih saat Pilkades Ngampel 2014 lalu.

Baca Juga :  Banyak Usaha Industri Tak Berizin di Bojonegoro

Sehingga program pembangunan tersebut masuk dalam rencana program pembangunan pemerintah Desa Ngampel dalam setiap tahunnya, baik dalam RPJMDes 2014 – 2020, dan RKPDes 2014 – 2020.

“Ini sebagai pertanggungjawaban atas janji kampanye dan visi misi yang harus dilaksanakan oleh Kepala Desa,” jelas Sutrisno.

Menurut Sutrisno, warga Desa sangat antusias menyambut rencana pembangunan pasar Desa itu, lantaran di Desa Ngampel banyak juga warganya yang berprofesi sebagai pedagang “mlijo” atau pedagang sayur mayur kebutuhan dapur sehari-hari yang menjajakan dafangannya dengan bersepeda.

Semoga harapan warga Desa dan pemerintah Desa Ngampel ini segera terwujud, dan perjuangan rakyat bersama Pemdes dalam mendapatkan persetujuan ijin pemanfaatan tanah Desa untuk bangun guna serah pasar dari bupati segera diperoleh.

(ro/yon)

Bagikan :