oleh

Sekolah Dilarang Jual Seragam Sekolah Melalui Koperasi

BOJONEGORO. Netpitu.com – Meski sudah ada surat edaran dari Dinas Pendidikan Jawa Timur , nomor 420/3846/101.1/2019 tentang sekolah tidak memaksakan siswa baru untuk membeli seragam melalui koperasi sekolah atau komite sekolah, namun SMA di Bojonegoro masih saja melibatkan koperasi siswa dalam penyediaan seragam sekolah.

Pengarahan agar siswa membeli seragam sekolah tersebut dilakukan pihak sekolah saat daftar ulang siswa yang diterima di SMA tersebut. Harga beli pakaian di setiap SMA bervariasi, berkisar antara Rp. 950 ribu hingga Rp. 1,1 juta.

Pembelian seragam baru bagi siswa yang masuk SMA ini dilakukan oleh semua SMA Negeri yang ada di Bojonegoro. Siswa atau orang tua siswa yang telah selesai melakukan daftar ulang di SMA tersebut disodori selembar kertas yang berisi daftar kain seragam berikut harganya. Selanjuthya mereka disuruh “nebus” kain seragam dan atribut sekolah itu di koperasi siswa.

Baca Juga :  Selesaikan Soal Izin Pasar Ngampel Pemkab Bentuk Tim

Menanggapi pengarahan pembelian seragam sekolah di Koperasi siswa ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa timur, di Bojonegoro, Adi Prayitno, menyatakan bahwa sekolah dilarang menjual seragam meski pembeliannya melalui koperasi siswa.

“Meski melalui Koperasi ( siswa ) tetap tidak boleh,” ujar Adi Orayitno, saat dtemui di kantornya.

“Kalau ada sekolah yang memaksa harus beli seragam di sekolah, bisa dilaporkan ke kantor cabang dinas pendidikan (Jatim) di Bojonegoro ini,” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakan Adi, bahwa sekolah dilarang menjual seragam maupun mengarahkan pembelian seragam sekolah siswa melalui koperasi. Sekolah juga tidak boleh memaksa siswa untuk membeli kain seragam di koperasi. Itu hak suswa mau beli dimana saja, tidak harus di koperasi sekolah.

Banner IDwebhost

“Kalau sudah mulai maduk sekolah dan siswa belum punya seragam, siswa bisa menggunakan seragam sekolah waktu SMP,” lanjut Adi Prayitno.

Pernyataan Adi itu menjawab rencana pemberian bantuan seragam gratis oleh Pemerintah Provinsi Jawa timur, yang akan memberikan seragam putih abu-abu dan pramuka secara gratis pada seluruh siswa baru SMA/SMK di Jatim.

Baca Juga :  Sedekah Bumi, Warga Mliwis Putih Arak Tiga Gunungan

Tetapi untuk waktu sekarang ini, dikatakan Kepala Cabdindik Jatim, di Bojonegoro itu, bahwa hingga sekarang material seragam belum ada. Sambil menunggu datangnya bantuan seragam dari Provinsi, siswa baru SMA/SMK bisa memakai pakaian bebas asalkan rapi.

Terpisah, dilansir dari kompas.com, Dinas Pendidikan Jawa Timur mengeluarkan surat edaran nomor 420/3846/101.1/2019 agar sekolah tidak memaksakan siswa baru untuk membeli seragam melalui koperasi sekolah atau komite sekolah, kecuali atas permintaan orangtua/wali peserta didik.

Hal tersebut dilakukan karena Dinas Pendidikan Jatim tahun ini kembali memberikan fasilitas seragam baru bagi peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020 di SMA/SMK negeri dan swasta.

Menurut Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono, tahun ini alokasi seragam gratis bagi siswa SMA/SMK negeri dan swasta di Jatim, rencananya akan dibagikan pada bulan September 2019.

Baca Juga :  Wabup Budi Irawanto Terima penghargaan ICSB Indonesia City Award 2019

Setiap siswa akan mendapatkan kain untuk dua setel seragam sekolah, yang terdiri dari satu setel pakaian abu-abu dan satu setel pakaian seragam pramuka.

”Kalau sekolah juga jual sifatnya tidak boleh memaksa. Karena siswa bisa menggunakan seragam lama. Kalau mau menggunakan yang baru, bisa membeli di toko seragam,” tutur Hudiyono.

Terpenting, kata dia, siswa diterima lebih dulu dan bisa mengikuti pembelajaran. Sekolah hanya memfasilitasi apa yang dibutuhkan siswa. Sehingga pengadaan pakaian seragam tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan penerimaan maupun daftar ulang peserta didik baru atau kenaikan kelas.

(ro)

Bagikan :