oleh

Perhutani dan Siswa SMK Kehutanan Gomang Siaga Dalkarhutla

TUBAN. Netpitu.com – Tim Petak 54 G Pos  (PTM) 13, wilayah Resot Pemangku Hutan (RPH ) Banjarwaru, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan ( BKPH ) Bahoro, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo menggelar apel siaga pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla) menjadi sejarah bagi 10 anak-anak siswa SMK Negeri Kehutanan dan Pertanian Wali Sembilan ‘Gomang’ untuk belajar dan mengenal tentang bagaimana untuk menangani pencegahan bencana kebakaran hutan, Kamis sore, (30/07/2020).

“Lebih-lebih bersama pesera kurang lebih 65 orang menyatu yang sama-sama memulai mengidentifikasi lokasinya terjadi kebakaran pada titik api melalui aplikasi yang sudah digunakan petugas Perhutani,” ungkap KH. Noer Nasroh, Pengasuh Ponpes Wali Sembilan kepada media ini di lokasi.

Baca Juga :  Tahun Ajaran Baru Dimulai Besuk, Siswa Tak Dihadirkan di Sekolah, MPLS Dengan Sistem Daring

Kegiatan tersebut di ikuti juga oleh: Waka Adm, segenap Asper dan jajaran petugas Perhutani KPH Jatirogo, Forkopimcam, KH. Noer Nasroh Pengasuh Pondok Pesatren Wali Songo Gomang, SMK Kehutanan Gomang. (BPBD) Pemadam Kebakaran Jatirogo, 4 perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan ( LMDH) Kepala Desa, dan tokoh masyarakat Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan.

Administratur Perhutani KPH Jatirogo Panca PM Sihite bertindak sebagai pembina apel menututurkan tujuan diadakan apel tersebut untuk menyiapkan petugas semua elemen masyarakat dalam menghadapi musim kemarau yang rentan akan bencana kebakaran hutan.

Menurutnya, dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan pihaknya telah bekerja sama dengan stakeholder/Forkopimcam Kecamatan Bangilan, di wilayah kerjanya.

Baca Juga :  38 SMP Tak Penuhi Pagu Kuota, Tak Ada PPDB Gelombang Dua

“Apel siaga Dalkarhutla ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kewaspadaan semua pihak mencegah dan menangkal terjadinya ke bakaran hutan.
Dalam menyikapi momen tersebut kita jangan  lupa harus menjalankan protokol Covid-19.

“Rajin cuci tangan, pakai Masker, Dan jaga jarak adalah prosedur protokol kesehatan pemerintah. Meski kita semua dalam kondisi menangani bencana kebakaran hutan,” ujarnya.

Banner IDwebhost

Kapolsek Bangilan AKP Gunawan W selaku perwakilan Forkopimcam Kecamatan Bangilan menyampaikan diadakan apel tersebut sebagai antisipasi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.yang ada di wilayah Bangilan, yang sudah ditandai dengan semakin berkurangnya curah hujan.

“Masalah ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri harus dilakukan secara sinergis oleh semua pihak baik pihak Perhutani KPH Jatirogo maupun Masyarakat” katanya ke media ini.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Disdik Lakukan Seleksi Tutor Paket Kesetaraan

Sementara itu Kepala Desa Banjarworo mewakili LMDH mengatakan sebagai Mitra Kerja Perhutani ia akan siap untuk membantu kegiatan Perhutani dalam pencegahan terjadinya kebakaran Hutan.

“Untuk itu peran LMDH diharapkan harus siap mempunyai alat berupa grpyok dari bambu,sabit dan semprotan air,” tutur Kepala Desa ini.

(met)

Bagikan :