oleh

IGTKI Kedungadem Nekat Gelar Lomba Mewarna Di Tengah Pandemi Corona, Kabid Dikmas dan PAUD Dinas Pendidikan Geram

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kabid PAUD dan Dikmas, Dinas Pendidikan Bojonegoro, Drs. Nandar, meminta agar IGTK Kecamatan Kedungadem, menghentikan dan membatalkan kegiatan lomba mewarnai untuk siswa Taman Kanak -kanak (TK), di saat pandemi Corona.

Dikatakan Drs. Nandar, kegiatan lomba mewarna tersebut jelas-jelas sudah tidak boleh dilakukan saat masa pandemi virus Corona tapi nyatanya masih ada saja IGTKI yang melaksanakannya.

Tak cuma meminta lomba dihentikan, Kabid Dikmas dan PAUD Dinas Pendidikan Bojonegoro itu, juga minta pengurus IGKTI Kecamatan Kedungadem untuk mengembalikan uang pendaftaran yang telah diterimanya.

Informasi yang dihimpun netpitu.com di lapangan menyebutkan untuk kegiatan lomba mewarna ini setiap peserta dipungut uang pendaftaran yang bervariasi antara Rp. 15 ribu, sampai dengan Rp. 18. ribu.

Tak hanya itu, ketua IGTKI Kecamatan Kedungadem, Endang, diduga juga memaksakan pembelian Lembar Kerja Siswa ( LKS ) kepada sekitar 50 lembaga TK yang ada di Kec. Kedungadem. Padahal, pengadaan LKS telah dilarang oleh pihak Dinas Pendidikan Bojonegoro maupun Kementerian Pendidikan nasional.

Baca Juga :  11.537 Blanko Ijazah SMP Didistribusikan Ke Sekolah

Kepada netpitu.com Kabid PAUD dan Dikmas, Dinas Pendidikan Bojonegoro, Drs. Nandar, menjelaskan kegiatan lomba mewarna untuk anak Taman Kanak-kanak ( TK ) ini bukan merupakan program kerja Dinas Pendidikan.

Pada saat mengetahui adanya lomba tersebut dilaksanakan di tengah masa pandemi virus Corona dan peserta diwajibkan membayar uang pendaftaran, pihaknya ( bidang Dikmas dan PAUD ) telah meminta pengurus IGTKI Kabupaten Bojonegoro, untuk menghentikan kegiatan tersebut.

Banner IDwebhost

“Selain tidak memeberitahukan dan tidak ada izin dari Dinas Pendidikan Bojonegoro, kegiatan ini dilaksanakan di tengah pandemi virus Corona. Jelas kami larang dan kami minta untuk dihentikan. Uang pendaftaran lomba yang terlanjur dibayatkan juga harus dikembalikan kepada peserta,” jelas Nandar, di kantornya, saat ditemui netpitu.com.

Baca Juga :  Inilah Tiga Langkah Penyelesaian Konflik Bisnis PT. SER dan Pemkab Bojonegoro

“Pengurus IGTKI Kabupaten Bojonegoro juga sudah pernah membuat surat pernyataan untuk menghentikan kegiatan lomba dan mengembalikan uang pendaftaran,” tandas Nandar.

Surat pernyataan IGTKI Kabupaten Bojonegoro.

Jika sekarang ini mereka kembali menggelar lomba yang sama, ini ada apanya.

” Ini kan sama saja menjadikan pendidikan sebagai ajang bisnis,” tegas Nandar, Kamis, ( 04/06/2020 ). Ini jelas melanggar dan tidak dibenarkan.

Menanggapi pemesanan LKS untuk anak didik TK oleh IGTKI Kecamatan Kefungadem, Kabid Dikmas dan PAUD Dinas Pendidikan inipun terlihat berang dan tak habis pikir dengan pembelian buku LKS tersebut.

“Sudah jelas pembelian LKS dilarang, kok ini nekat mau beli LKS. Bahkan sudah pesan. Ini maunya apa ?. Mau jadikan pendidikan sebagai ajang bisnis,” ujar Nandar, sambil geleng-geleng kepala.

Baca Juga :  Bupati Tuban Canangkan Madrasah Tangguh

Sementara itu pantauan netpitu.com di lapangan, meski telah diminta untuk menghentikan kegiatan lomba mewarna oleh Dinas Pendidikan Bojonegoro. Namun nyatanya sampai dengan Kamis (04/06/2020) hari ini, belum ada perintah penghentian dari ketua IGTKI Kecamatan Kedungadem, Endang, kepada seluruh guru TK se Kecamatan Kedungadem, untuk membatalkan lomba tersebut.

Artinya sampai dengan Kamis (04/06/2020), rencana pelaksanaan kegiatan lomba mewarna tersebut madih jalan terus.

(ro)

Bagikan :