oleh

Kapolri Perintahkan Tangkap Pemesan dan Pendana Saracen

JAKARTA. Netpitu.com – Kapolri Jendral Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk terus mengembangkan kasus Saracen. Lantaran mereka (saracen) sudah membuat pemberitaan bohong (hoax) dan juga pemberitaan yang negatif. Tito juga menginstruksikan menangkap para pengguna jasa Saracen. Jika ada akun yang serupa dengan Saracen yakni menebar kebencian, Tito juga memastikan bakal menindak tegas.

“Saya sampaikan tangkap-tangkapin saja. Yang pesan tangkepin, yang danain tangkepin. Ada lagi sejenis dengan itu, tangkapin,” tegasnya

Baca Juga :  Laporan Kasus Dugaan Korupsi Kerjasama PI Blok Cepu Pemkab Bojonegoro dan PT. SER Resmi Diterima KPK

“Enggak boleh adanya pembuatan hoax, konten-konten yang negatif, provokatif yang melanggar ITE. Itu akan membuat perpecahan di masyarakat, membuat isu negatif,” kata Tito usai pimpin sertijab Pati Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/9).

Tito mengakui tidak mudah melacak para pelaku penebar kebencian dan juga para pengguna jasa Saracen. Penyelidikan kasus ini tidak bisa dengan pendekatan seperti kasus kriminal umum semisal pembunuhan.

Baca Juga :  Penggugat Kerjasama PI Blok Cepu Tak Kaget Saat Gugatan Diputus Tidak Bisa Diterima

“Ini enggak gampang. Karna mereka mainnya di cyber space. Maka kita melacaknya juga di cyber space, bukannya di lapangan,” ucapnya.

Tim Mabes Polri sudah meringkus empat tersangka yang tergabung dalam jaringan Saracen, penebar ujaran kebencian dan konten bernada SARA. Empat orang tersebut yakni JAS sebagai ketua, MAH sebagai pendiri Saracen, MFT sebagai Koordinator Bidang Media dan Informasi dan SRN turut serta menyebarkan konten kebencian.

Baca Juga :  Inilah Potensi Masalah Bantuan Keuangan Desa Menurut Wabup dan DPRD Bojonegoro

(Am/Md)

Bagikan :