oleh

Ustad Nyalon Kades, Menang Kalah Kersaning Allah

BOJONEGORO. Netpitu.com – Musim Pilihan Kepala Desa di Bojonegoro tahun ini bakal di gelar pada 19 Februari 2020 mendatang. Ada 233 Desa, yang tersebar di 28 Kecamatan yang pada tanggal tersebut akan memilih kepala desa baru.

Ada fenomena menarik dari beberapa calon Kades yang muncul untuk memperebutkan kursi kepemimpinan tertinggi di desa, selain kaum muda juga terdapat para tokoh Desa, diantaranya pemuka agama atau Kyai dan Ustad.

Di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, seorang Ustad bernama Samsul Hadi, memberanikan diri maju dalam pertarungan Pilkades dan bersaing memperebutkan suara pendukung dengan dua rival lainnya, yakni Purwanto, dan Komari.

Kedua rival Samsul Hadi, yang akrab dipanggil pak Ustad ini, termasuk golongan calin yang siap bertempur, dukungan financial pun cukup memadai. Berbeda dengan Ustad Samsul Hadi, tang dalam pengundian nomor urut calon Kades, Kamis, (06/02/2020), mendapat nomor urut 3.

Ustad Samsul Hadi, yang lahir di Desa Ngampel pada 06 Maret 1974 ini, merupakan warga asli Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, yang tinggal di RT 005, RW 002.

Baca Juga :  Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya Lakukan Supervisi di PN Bojonegoro

Sehari-harinya pria berusia 46 tahun ini bekerja sebagai Petugas Pembantu Pencatat Nikah atau P3N di Desa Ngampel. Semua urusanan yang berkaitan dengan administrasi pernikahan warga pasti menjadi urusan pekerjaan rutin Ustad Samsul Hadi.

Selain bertugas sebagai P3N, Ustad Samsul Hadi juga menjadi Modin ( Kesra ) di Desa Ngampel. Sebagai modin, kegiaran Ustad Samsul Hadi sehari-harinya juga tak luput dari kebutuhan masyarakat. Baik warga yang mau nikah, mengurusi kematian warga, hajatan, tahlil, dan memberikan pendidikan keagamaan di Desa Ngampel.

Banner IDwebhost

“Jaringan sosial masyarakat yang dimiliki ustad Samsul Hadi sangat banyak. Bahkan bisa dibilang di setiap lingkungan Desa ada,” ujar salah seorang tokoh warga Desa Ngampel yang enggan namanya disebutkan di media.

Menurut tokoh tersebut, jika pemilihan kepala Desa Ngampel dilaksanakan dengan jujur dan adil, tanpa ada upaya pemberian sesuatu ( uang ) kepada warga pemilih maka sang Ustad Samsul Hadi memiliki peluang menang paling besar diantara ke 2 calon Kades lainnya.

Baca Juga :  Brimob Polda Jatim Ikut Amankan Perayaan Imlek di Klenteng Hok Swie Bio

Karena Ustad Samsul Hadi lebih dikenal oleh masyarakat, dan orangnya memiliki adab dan karakter yang baik. Selain itu, keinginannya memajukan Desa Ngampel melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga kuat.

Visi besarnya menjadikan Desa Ngampel Mandiri, Sejahtera, dan Bertaqwa, merupakan gambaran jelas dari pemikiran seorang pemimpin yang ideal, berwawasan, dan religius.

Namun, kata tokoh Desa Ngampel, sayangnya Ustad Samsul Hadi, meski memiliki potensi besar memenangkan Pilkades Ngampel 2020, tetapi Ustad yang memegang pola hidup sederhana ini tidak memiliki dana sebagai modal bertarung merebut suara rakyat.

Tapi, jika rakyat Desa Ngampel sadar akan arti kepemimpinan seorang jepala Desa, maka rakyat akan memilih calon yang tidak banyak mengeluarkan modal, baik berupa barang maupun uang untuk dibagi-bagi pada pemilih.

Baca Juga :  Bupati Huda Berbagi Pengalaman di Muhamdiyah Inspiring Business

Karena bagaimanapun uang dan barang yang sudah dikeluarkan oleh Cakades itu ada nilainya dan diberlakukan sebagai modal nyalon. Kalau jadi Kades, modal itu harus kembali bahkan harus ditambah dengan keuntungan.

“Yah, baiknya rakyat pemilih dalam Pilkades bisa cerdas dalam memilih calonnya. Tidak memilih berdasar pemberian uang atau barang, tetapi memilih berdasar pilihan hati dengan pertimbangan matang,” ujar tokoh Desa tersebut.

Sementara itu, ditemui seusai pengundian nomor dan penetapan calon Kades di balai Desa Ngampel, Kamis, (06/02/2020), Ustad Samsul Hafi, mengatakan siap bersaing dalam Pilkades.

” Niat ingsung Lillahi ta’ala. Menang atau kalah kersaning Allah,” kata Ustad Samsul Hadi.

(pur/ yon)

Bagikan :