oleh

Guru Tipu CPNS Dibongkar Polres Bojonegoro

-BERITA-231 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Seorang guru (PNS) seperti Sandiyono, (37) ini telah mencoreng dunia pendidikan di Bojonegoro. Sebagai pahlawan tanpa tanda jasa telah membuat menjadi kotor akibat ulahnya. Seharusnya Sandiyono menjadi tauladan bagi masyarakat.l, namun nyatanya malah sebaliknya dan tindakannya telah merugikan masyarakat dengan modus menjanjikan bisa  memasukan korban menjadi negeri.

Apalagi dia seorang pendidik di Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Ngasem. Namun tindakannya sangat tidak terpuji. Dia melakukan sejumlah penipuan dengan mengaku bisa menjadikan sebagai Guru dan meloloskan seseorang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan membayar Rp 30 juta per orang.

Baca Juga :  Berburu Rekom PPP di Pilkada Tuban, Eko Wahyudi Mainkan Kartu Kosong

Karena tak kunjung terwujud akhirnya perbuatannya dilaporkan salah satu korban berinisial S, (41) wanita asal Kedungadem ke pihak kepolisian. Atas laporan tersebut pada tanggal 04 Desember 2019 tersangka berhasil diringkus oleh Satreskrim Polres Bojonegoro di Kedungadem. Petugaspun menetapkan sebagai tersangka. Dari pengambangan polisi terungkap tidak tanggung-tanggung korban yang berhasil dikumpulkan datanya ada 24 orang sebagai korban. Namun menurut pengakuannya ada 82 orang yang dilakukan sejak tahun 2017.

“Total uang yang didapat tersangka (terlapor) dari menipu para korban sebesar Rp 2. 640.000.000 (dua miliar enam ratus empat puluh juta),” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan saat merilis kasus ini dalam acara Konferensi Pers di Mapolres Bojonegoro, Rabu (08/01/2020).

Baca Juga :  Sempat Diamankan Polisi, 3 Trailler Pengangkut Limbah Kabel PHE TEJ Dilepas

Total uang yang berhasil diamankan petugas bersama tersangka hanya sekitar Rp 933. 500.000,- (sembilan ratus tiga puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah)

Masih Kapolres memaparkan, hasil dari melakukan penipuan yang dilakukan oleh guru SD ini. Selain dibuat melakukan renovasi rumah, uangnya dapakai kredit mobil Ertiga, Ayla, berlibur ke Bogor bersama istri, membeli 7 unit motor, membeli perabotan rumah tangga.

“Bahkan hasil kejahatannya juga dibuat umroh ke tanah suci,” terang AKBP Budi.

Baca Juga :  Sempat Diamankan Polisi, 3 Trailler Pengangkut Limbah Kabel PHE TEJ Dilepas

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Kapolres berharap warga yang pernah tertipu hendaknya segera melapor ke pihak berwajib, guna pengembangan kasus ini.

“Pesan saya dengan kejadian seperti ini masyarakat agar jangan mudah percaya jika ada yang mengaku sebagai panitia penerimaan CPNS yang bisa meloloskan dengan jaminan uang,” pesan AKBP Budi Hendrawan mengakhiri rilis.

(pur)

Bagikan :