oleh

Selesaikan Izin Pasar Desa Ngampel Tim Pemkab Bojonegoro Gandeng Sucofindo

BOJONEGORO. Netpitu.com – Tim Pemkab Bojonegoro yang dibentuk Bupati untuk menghitung besaran kontribusi pendapatan Desa atas kerja sama Bangun Guna Serah Pasar Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, berencana menggandeng Sucofindo, Surabaya.

PT. Sucofindo tersebut nantinya akan bekerja sebagai apraisal yang membantu tim Pemkab Bojonegoro dalam menetapkan besaran kontribusi pendapatan desa dalam kerja sama bangun guna serah pasar.

PLT. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bojonegoro, Djuono Purwiyanto, saat ditemui netpitu.com di kantornya, Senin, (9/03/2020), mengatakan meski tim Pemkab telah menunjuk Sucofindo sebagai lembaga apraisal yang menghitung besaran kontribusi Desa namun keputusan tersebut masih harus dikonfirmasikan kepada pihak Pemdes Ngampel dan investor (PT. Teguh Jaya Bojonegoro).

” Apakah mereka setuju dengan langkah tim Pemkab yang menunjuk Sucofindo sebagai lembaga apraisal yang menghitung kontribusi pendapatan desa,” ujar Djuono Parwiyanto.

Baca Juga :  Forkopimda Resmikan Kampung Tangguh Semeru Desa Prambon Wetan

Untuk keperluan itu,p lanjut Djuono, DPMD dalam waktu dekat akan mengundang Kepala Desa Ngampel dan PT. Teguh Jaya Bojonegoro, sebagai investor.

Selain lembaga apraisal yang perlu mendapat konfirmasi dari desa dan investor adalah soal kemungkinan adanya perubahan pasal perjanjian antara Pemdes Ngampel dan PT. Teguh Jaya Bojonegoro, sebagai pihak investor.

Jika setuju, ya proses perijinan terus langsung jalan. Tapi jika tidak maka tim Pemkab akan menjari jalan lainnya, terang PLT Kepala DPMD Bojonegoro.

Banner IDwebhost

Dikatakan Djuono, sekarang ini pihak DPMD masih mengajukan jadwal rapat soal tindak lanjut izin pasar Ngampel ke Sekda. Namun sampai hari ini nampaknya masih belum ada kesempatan.

Baca Juga :  Bupati Huda Apresiasi UMKM Tangguh di Masa Pandemi

” Kita inginnya segera diselesaikan biar tidak menjadi beban pekerjaan, Ndang bar Ndang wes,” tandas Djuono.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Desa Ngampel, Pudjiyanto, mengatakan pihaknya sangat berharap segera diundang oleh tim Pemkab yang bertugas melakukan penetapan penghitungan kontribusi pendapatan Desa atas kerja sama bangun guna serah pasar desa Ngampel.

” Kabarnya sih akan diundang tapi sampai sekarang ini belum ada undangan. Ya kami juga menunggu undangan itu, biar izin pasar bisa segera diterbitkan,” ucap Pudjiyanto, kepada netpitu.com.

Soal ditunjuknya PT. Sucofindo sebagai lembaga apraisal penghitung kontribusi pendapatan desa tiap tahun, Kepala Desa Ngampel mengatakan pihaknya memberikan sinyal persetujuannya, karena Sucofindo sebagai lembaga apraisal sudah memiliki reputasi dan akuntanbilitas yang memadai atas hasil kinerjanya.

Baca Juga :  Usai Lebaran Kasus Positif Corona di Tuban Tambah 100 Persen, Jadi 40 Orang

” Kalau Sucofindo, kami setuju, yang terpenting bagi kami penghitungannya bisa cepet disekesaikan” cetus Pudjiyanto.

Ombudsman Selesaikan LHP Maret Ini.

Sementara itu, Ombudsman perwakilan Jawa timur akan menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas penanganan pelaporan dugaan maladministrasi dengan penundaan berlarut atas pelayanan izin pasar Desa Ngampel.

“Maret ini Ombudsman akan buat LHP dan akan diserahkan langsung ke Bupati Bojonegoro (sebagai pihak terlapor),” ujar Fatih, dari kantor perwakilan Ombudsman Jatim, yang dikonfirmasi netpitu.com melaluimelalui telepon selulernya.

(ro)

Bagikan :