oleh

UN Paket Keseteraan di Kemenag Hanya Diikuti 12 Siswa

BOJONEGORO. Netpitu.com – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi peserta Ujian Nasional (UN)  Paket Kesetaraan yang berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) dibawah Kantor Kementerian Agama, Bojonegoro pada ini hanya diikuti 12 siswa peserta.

“Tahun ini hanya diikuti 12 peserta, dengan rincian 10 peserta berasal dari Wadas Aliya (Paket C) dan 2 peserta berasal dari Wadas Wustho (Paket B) sedangkan untuk Wadas Ulla (Paket A) tidak ada pesertanya”, terang Abdullah Hafidz selaku Kasi Pontren Kemenag Bojonegoro.

Baca Juga :  Datangi KPU Aliansi Mahasiswa Cipayung Bojonegoro Tolak Elit Power

Kasi Pontren Kemenag Bojonegoro mengatakan, jumlah peserta UN Kesetaraan Paket tahun ini yang berasal dari Kantor Kemenag Bojonegoro memang lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah peserta UN Kesetaraan Paket pada tahun sebelumnya. Walaupun sama-sama memakai sistem Berbasis Komputer.

“Peserta UNBK Kesetaraan Paket itupun hanya berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) As – Safii’yah, Kecamatan Ngasem dari enam Ponpes yang ada di Bojonegoro,”, jelas Abdullah Hafidz.

Baca Juga :  Masuki PPDB 2019, SMP Negeri 5 Bojonegoro Lakukan Parenting

Masih menurut Kasi Pontren Kemenag Bojonegoro, menurunnya jumlah peserta UN Kesetaraan Paket pada2019 ini karena kendala pada Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Lantaran berdasarkan Peraturan Kemendikbud RI peserta yang mengikuti UN Kesetaraan Paket wajib memiliki NISN.

“UNBK Kesetaraan Paket akan dilaksanakan selama empat hari, yang dimulai pada hari Jumat hingga hari Senin mendatang. Untuk 12 peserta dalam pelaksanaan UNBK akan memakai ruang kelas di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bojonegoro”, ucap Abdullah Hafidz.

Banner IDwebhost

Kasi Pontren Kemenag Bojonegoro menambahkan, dalam pelaksanaan UNBK Tahun 2019 hanya dilakukan satu sesi dan semua peserta diwajibkan untuk mengikutinya selama empat hari. UNBK Kesetaraan Paket tidak ada UNBK Kesetaraan Paket Susulan.

Baca Juga :  Guru Tidak Masuk Tanpa Ijin Pada 22 Mei Dikenai Sanksi PP 53/2010

(pur)

Bagikan :