oleh

Seragam Celana dan Rok Jeans Bagi PNS Bojonegoro Picu Pro Kontra

-PEMERINTAHAN-3.680 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Wouw, Pegawai Negeti Sipil Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro, tiap hari Jumat wajib menggunakan pakaian bawahan (celana/rok) berbagan jeans atau denim.

Kebijakan bupati Bojonegoro yang dituangkan dalam surat edaran bupati 065/1121/412.012/2019, tanggal 10 September 2019, tentang perubahan penggunaan pakaian dinas PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Disebutkan dalam surat edaran salah satu alasan penggunaan bawahan berbahan jeans atau denim adalah meniru pakaian model kekinian yang diterapkan di beberapa instansi tingkat pusat.

Atas dasar itulah Pemkab Bojonegoro akan menerapkan penggunaan celana/rok berbahan jeans atau denim dengan caratan tanpa asesoris dan atribute yang menyolok. Sedangkan untuk pakaian atasannya memakai baju warna putih.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro Mulai Besuk Gelar Operasi Patuh Semeru

Kebijakan penggunaan pakaian berbahan jeans atau denim tersebut kini memicu pro dan kontra di kalangan PNS Pemkab Bojonegoro, lantaran penggunaan jeans sebagai seragam kerja PNS dinilai tidak layak. Terutama bagi PNS berjenis kelamin perempuan.

Seperti diungkapkan Ngasinah, ia merasa bingung dengan peraturan penggunaan seragam berbahan jeans atau denim yang mulai diterapkan pada 13 September 2019 ini.

Lantaran selana hidupnya ia belum pernah memakai pakaian berbahan jeans apalagi celana jeans.

Banner IDwebhost

“Karena di lingkungan pondok ( pesantren ) menggunakan pakaian jeans itu kan dilarang. Di dalam lingkungan pondok saja dilarang apalagi keluar pondok,” ujarnya.

Baca Juga :  Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penyusunan Roadmap Reformasi Birokrasi

Namun demikian baginya tidak ada pilihan lain kecuali mentaati aturan seragam PNS Pemkab Bojonegoro itu.

” Jam istirahat siang nanti mau ke pasar, terpaksa beli jeans untuk seragam,” katanya lebih lanjut.

Sementara itu, seragam jeans juga menimbulkan keresahan tersendiri bagi PNS yang sudah tua. Karena jeans lebih pantas digunakan untuk kalangan muda. Disamping itu menggunakan celana atau rok berbahan jeans menjadikan mereka tidak percaya diri dan dianggapnya kurang pantas.

Menanggapi penggunaan celana/ rok berbagan jeans atau denim ini, pemerhati budaya Bojonegoro, Arieyoko mengatakan kebijakan tersebut sah-dpsah saja dikeluarkan oleh bupati.

Baca Juga :  Bupati Fathul Huda Tekankan Kades Harus Inovatif

Namun sebagai bangsa yang berbudaya, penggunaan seragam PNS tersebut selayaknya disesuai dengan budaya daerah Bojonegoro.

“Mestinya menggunakan seragam pakaian adat Bojonegoro itu lebih baik atau setidak-tidaknya batik Bojonegoro. Selain lebih mengenalkan pakaian adat dan produk Bojonegoro juga bisa mendorong tumbuhnya multi plier effect atas penggunaan pakaian adat budaya Bojonegoro,” papar Arieyoko, Rabu, (11/9/2019).

(ro)

Bagikan :