oleh

Angin Kencang Sapu Bojonegoro, Rusak Infrastruktur Pemkab

Netpitu.com – Hujan disertai angin kencang kembali melanda di Bojonegoro Rabu sore (11/12/2019). Hujan disertai angin kencang juga terjadi beberapa hari yang lalu sempat merobohkan beberapa pohon di kawasan perkotaan dan mengakibatkan sebuah mobil milik PMI Bojonegoro tertimpa pohon.

Hujan disertai angin kencang kali ini yang terjadi kurang lebih pada pukul 14.30 memporakporandakan Komplek Bangunan Sekolah Model Terpadu (SMT) yang berada di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.

Berdasarkan foto kiriman dari pihak Komite dari SD MT yang dikirim ke wartawan Netpitu.com nampak beberapa pohon tumbang dan tiang listrik tumbang serta ada beberapa atap yang berhamburan dikarenakan hujan disertai angin kencang.

Baca Juga :  Warga Ngampel Tuntut Ganti Rugi dan Kompensasi Bau Busuk Pengeboran Sumur Minyak Pertamina

Abdul Wachid selaku Komite SD MT mengatakan, setelah kejadian tersebut kami selaku Komite segera datang ke lokasi untuk segera melihat dampak dan kerugian yang diakibatkan oleh hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu sore.

“Pihak Komite langsung berkoordinasi dengan pihak dari sekolahan, setelah itu pihak komite dan sekolahan segera membuat laporan kepada dinas terkait”, terang Komite dari SD MT Bojonegoro.

Baca Juga :  Sesosok Mayat Membusuk Ditemukan Di Tengah Hutan Jatirogo

Abdul Wachid menambahkan, semoga dari kejadian hujan disertai dengan angin kencang tidak berdampak kepada kegiatan belajar mengajar (KBM) soalnya Komplek SMT itu terdiri dari beberapa lembaga mulai TK, SD , SMP hingga SMA.

Sementara itu angin kencang yang menyapu Bojonegoro Rabu (10/12/2019) juga merobohkan pohon di samping tempat parkir gedung Pemkab Bojonegoro. Tak ayal  salah satu mobil dinas yang terparkir di dekatnya tertimpa pohon.

Baca Juga :  Pelanggar Protokol Kesehatan di Tuban Akan Didenda

Selain itu, gedung pendidikan di jalan Patimura berterbangan tersapu angin. Melihat kejadian itu staf Dinas Pendidikan yang berada di dalam gedung menjadi panik dan histeris. Takut jika terjadi bencana lebih lanjut..

“Allahu akbar, Allahu akbar…,” seru para PNS Diknas.

(pur/yon)

Bagikan :