oleh

Gubernur Jatim : Surat Keterangan Tidak Mampu Bisa Untuk Daftar PPDB SMA/SMK

SURABAYA. Netpitu.com – Kejar target 5 persen kuota PPDB SMA/SMK untukmwarga miskin Gubernur Jawa timur Khofifah Indarparawansa mengekuarkan kebijakan bagi warga miskin tidak mampu yang tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) bisa menggantinya dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh Kepala Desa.

Kebijakan tersebut dikeluarkan gubernur Jatim agar warga miskin atau kurang mampu bisa masuk ke SMA/SMK negeri dengan memanfaatkan kuota khusus 5 persen.

Dijelaskan Khofifah, jika ada warga tak mampu yang ingin mendaftar SMA/SMK negeri, namun tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), bisa menggantinya dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa atau kelurahan tempat tinggal mereka masing-masing.

Baca Juga :  Pemkab Selenggarakan Diklat Simpul Jaringan Geospasial 2019

“Kalau ada anak keluarga miskin mau mendapatkan layanan PPDB namun tidak punya KIP, maka mereka bisa mengurus SKTM,” ungkapnya.

Pola ini, kata Khofifah, sama dengan pola pelayanan kesehatan. “Ini kembali saya tegaskan, karena ada laporan yang sampai ke saya soal PPDB. Bahkan ada wali murid yang sampai membawa rekaman saya ke sekolah yang dituju, tapi tetap ditolak karena dia tidak punya KIP,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :  13 ASN Dinas Pendidikan Bojonegoro Ajukan Proses Cerai

Karena itu, Khofifah meminta pada Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk membuat surat edaran ke sekolah-sekolah untuk memperjelas ketentuan pendaftaran PPDB bagi warga tidak mampu. “KIP bisa diganti dengan SKTM,” tegasnya.

Begitu juga dengan warga tak mampu dari kalangan buruh yang juga diberikan kuota khusus 5 persen. “Mereka, anak buruh yang ingin mendaftar SMA/ SMK negeri tapi tidak memiliki KIP, maka bisa menggunakan Kartu Serikat Buruh atau Kartu Serikat Pekerja orang tuanya untuk mendaftar PPDB,” paparnya.

Banner IDwebhost

Pendaftaran offline untuk jalur prestasi, jalur perpindahan tugas orang tua, jalur inklusif dan jalur keluarga tidak mampu sudah dimulai tanggal 11 Juni hingga 20 Juni 2019. “Sehingga jika ada warga miskin yang belum mendapatkan SKTM harus segera mengurus,” tandas Khofifah.

Baca Juga :  25 Kepala SMP Negeri Lakukan Sertijab dan Penyerahan Memori Dharma Wanita

(*/md)

Bagikan :