oleh

Tajak Sumur WMA-1 Jegulo Dimulai Wabup Minta PHE Gunakan Naker Lokal

-EKONOMI-175 views

TUBAN. Netpitu.com – Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si., menghadiri Tajak dan Doa Bersama Sumur Eksplorasi West Mudi A (WMA)-1 di Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Rabu (11/09/2019).

Kegiatan ini turut dihadiri anggota Forkopimda Tuban; Direktur Eksplorasi PHE Tuban East Java; perwakilan SKK Migas Jabanusa; sejumlah pimpinan OPD terkait, Camat dan warga Jegulo.

Dikatakan Wabup, pengeboran Migas di Desa Jegulo ini merupakan proyek nasional untuk mendukung produksi migas Indonesia. Selain itu, guna menekan jumlah impor bahan bakar migas dari luar negeri. Karenanya, perlu dukungan dari masyarakat dan pengamanan khusus.

“Kita semua harus mendukung suksesnya proyek nasional ini di Kabupaten Tuban,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dinsos Bojonegoro Ancam Polisikan Agen Penyalur BPNT Nakal

Wabup menyatakan keberadaan industri migas menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tuban, khusus warga sekitar proyek. Selain dapat menyerap tenaga lokal, juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Pemkab Tuban mendorong pihak PHE untuk merekrut tenaga kerja lokal sebanyak mungkin,” serunya.

Dia berharap beroperasinya PHE di Kabupaten Tuban mampu meningkatkan pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH). Untuk selanjutnya akan dikelola demi kesejahteraan masyarakat di Bumi Wali.

Banner IDwebhost

Wabup dua periode ini juga menyampaikan terima kasih kepada PHE yang telah memilih Kabupaten Tuban menjadi lokasi prioritas pengembangan industri migas bagi negara Indonesia.

Baca Juga :  Izin PPKH Sumur Tiung Biru Daluwarsa Sejak 2018 Lalu, Perhutani Tegur Pertamina

Sementara itu, Direktur Eksplorasi PHE Tuban East Java, Abdul Mutalib Masda, mengungkapkan Sumur Eksplorasi WMA-1 memiliki luas area mencapai 3 Ha dan akan beroperasi selama 62 hari, dengan rincian 35 hari drilling dan 27 hari completion.

Selama proses tersebut total pekerja yang terserap sebanyak 150 orang dengan komposisi 80 persen tenaga lokal/warga sekitar.

“Ini menjadi komitmen Pertamina dalam rangka melibatkan masyarakat,” jelasnya.

Abdul Mutalib menambahkan proyek nasional dengan nilai investasi mencapai Rp150 miliar ini dioperasikan dengan mengutamakan keselamatan kerja berstandar HSSE Program.

Diperkirakan sumur tersebut akan mampu menghasilkan 18,37 ribu barel migas.

Tidak hanya itu, Pertamina melalui sejumlah anak perusahaannya berkomitmen untuk menyediakan dan memenuhi kebutuhan energi dan migas bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Wow ! Tuban Punya Destinasi Wisata Baru di Kecamatan Kerek

“Diantara berbagai lokasi yang tengah dikembangkan, Kabupaten Tuban terpilih menjadi lokasi prioritas,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, juga dilangsungkan doa bersama yang dipimpin pemuka agama dan tokoh masyarakat Desa Jegulo.

Usai doa bersama, Wabup meninjau lokasi pengeboran sumur eksplorasi WMA-1 desa Jegulo, Soko.

(met)

Bagikan :