oleh

Warga Ngampel Desak Pertamina Perbaiki Ruas Jalan Desa Pad A dan B

BOJONEGORO. Netpitu.com – Warga Desa Ngampel mendesak pihak Pertamina EP Asset 4, Field Sukowati Pad B, segera melakukan perbaikan jalan Desa yang terbentang di ruas jalan antara Field Pad B dan Field Pad A.

Lantaran kerusakan jalan Desa tersebut diakibatkan lalu lalang keluar masuk kendaraan milik Pertamina, selaku pengelola Migas Blok Sukowati.

Ditekankan oleh warga, perbaikan jalan dilakukan secara total, bukan tambal sulam dengan semen.

” Ini kan tidak masuk akal, jalannya aspal hotmix tetapi jalan rusak yang berlobang ditambal pakai semen. Ya menjadi debu lagi dan mengganggu pengguna jalan yang lewat,” ujar Pamuji, warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, dalam pertemuan dengan Pertamina EP 4 Fied Pad A, Blok Sukowati, Kamis (12/9/2019).

Selain perbaikan jalan warga juga meminta pihak Pertamina secara berkala sebulan sekali melakukan pembersihan rumput liar yang tumbuh di pinggir jalan sepanjang field Pad A dan Field Pad B.

Dalam pertemuan antara pihak Pertamina EP 4 Field Pad B dengan Warga Desa Ngampel yang diinisiasi Pemdes Ngampel itu Pertamina harus menjawab sepuluh persoalan yang disampaikan warga Desa Ngampel.

Baca Juga :  13 ASN Dinas Pendidikan Bojonegoro Ajukan Proses Cerai

Diantaranya, persoalan mandegnya program CSR dari pengelola Migas Blok Sukowati. Saat pengelolaan Migas masih dipegang JOB PPEJ-Petrochina, pelaksanaan program CSR berjalan lancar.

Banner IDwebhost

Namun saat pengelolaan Migas di Blok Sukowati sepenuhnya dikelola Pertamina EP Asset 4, penyaluran program CSR yang semestinya diberikan setiap tahun kepada warga sekitar lokasi sumur Migas itu tidak ada kabar kejelasannya.

Karenanya warga bersama Pemdes Ngampel mempertanyakan perihal CSR tersebut kepada Pertamina. Kenapa tahun 2019 tidak ada kabar tentang adanya program CSR yang akan disalurkan oleh perusahaan.

“Pada dasarnya CSR itu adalah hak warga masyarakat yang harus diberikan oleh perusahaan pengelola Migas di Desa Ngampel. Terlebih Ngampel sebagai Desa penghasil Migas dengan sokongan sumber minyak terbesar di blok Sukowati sekarang ini,” papar Kepala Desa Ngampel, Pudjianto, Kamis, ( 12/9/2019 ), di balai Desa Ngampel.

Selain perbaikan jalan, menurut Pudjianto warga menginginkan program CSR yang diwujudkan dalam pelatihan songket untuk ibu-ibu rumah tangga, pelatihan pertukangan ahli bangunan untuk pemasangan bata ringan dan pelatihan untuk pembuatan U-Ditch saluran air.

Baca Juga :  Pekerjaan Proyek Di Jalan Hasanudin Dikerjakan Tanpa Papan Nama

Peminatan warga terhadap pelatihan pemasangan bata ringan dan pembuatan U-Ditch ini cukup tinggi, mengingat dalam waktu dekat ini Pemdes berencana membangun Pasar Desa Ngampel. Pelatihan ini juga bertujuan mempersiapkan kebutuhan tenaga tukang ahli bangunan untuk pembangunan pasar Desa dan pembangunan proyek Desa lainnya.

Menjawab pertanyaan warga Desa Ngampel, perwakilan Pertamina EP Sukowati Field, Jason W. Purba, selaku Pjs Asisten Manager L dan R, memastikan bahwa adanya ketersediaan dana CSR untuk Desa Ngampel pada 2019 ini.

Hanya saja berapa jumlahnya ia tidak dapat memastikan. Tetapi ia jika untuk pembiayaan kegiatan pelatihan diperkirakan masih bisa mencukupi.

“Kalau dananya besar mencapai Rp 900 juta seperti tadi disampaikan, ya kita akan koordinasi ke SKK Migas terlebih dahulu. Agar kekurangan dana CSR bisa ditambah,” terang Jason, dihadapan warga Desa Ngampel.

Jason sebagai wakil Pertamina yang datang ke balai Desa Pemdes Ngampel atas permintaan warga desa Ngampel untuk  memberikan sosialisasi sekaligus klarifikasi perihal program CSR yang belum ada kejelasan dari Pertamina hingga September 2019 ini.

Baca Juga :  Semen Indonesia Pabrik Tuban Launching Koperasi Petani Greenbelt

Kepada warga Desa Ngampel Jason memastikan adanya dana CSR di Pertamina pada 2019 ini. Jason juga meminta warga masyarakat menentukan kebutuhan kegiatan apa yang ingin dilakukan. Selanjutnya rencana kegiatan tersebut dibuat proposal lengkap dengan kebutuhan anggaranya.

“Proposal serahkan ke Pemdes, nanti biar Pemdes yang ajukan ke Pertamina,” ujar Jason.

Sementara itu, Kepala Desa Ngampel, Pudjianto, menegaskan komitmennya untuk mendukung pengelolaan Migas di Desa Ngampel. Namun demikian, sebaliknya pihak Pertamina sebagai pengelola sujur Migas di Desa Ngampel, tidak mengabaikan kewajibannya sebagaimana telah digariskan oleh peraturan perundang-undangan.

“Jika tidak dilaksanakan ya kami tuntut,” pungkas Pudjianto, Kepala Desa Ngampel.

(ro)

Bagikan :