oleh

Hasil UN Tak Lagi Prioritas, Seleksi PPDB SMP 2019 Rugikan Sekolah Favorit

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sistem seleksi penerimaan siswa baru untuk tingkat SMP tahun ini yang diatur dalam SK Dinas Pendidikan Bojonegoro, dikeluhkan oleh pengelola sekolah favorit.

Lantaran dalam PPDB kali ini, tidak lagi diterapkan sistem perankingan nilai hasil ujian nasional. Tetapi jarak tempat tinggal terdekat dengan sekolah menjadi syarat utama bagi siswa pendaftar untuk bisa diterima di lembafa sekolah dituju.

Lasiran, kepala SMP Negeri 1 Bojonegoro, ketika dihubungi netpitu.com mengatakan seleksi PPDB tahun ini tiidak lagi menggunakan sistem (ranking) nilai. Jadi faktor kepandaian calon siswa tidak menjadi acuan seorang siswa bisa diterima di sekolah dituju.

Syarat utama seorang calon siswa untuk bisa diterima di SMPN 1 misalnya, jarak tempat tinggal siswa tersebut harus dekat dengan sekolah.

Meskipun calon siswa tersebut memiliki nilai nilai UN tinggi, kalau jarak rumahnya jauh dari SMPN 1, bisa jadi tidak bisa diterima di SMPN 1. Dan peluang calon siswa tersebut kalah dengan calon siswa yang rumahnya berdekatan dengan sekolah, meski calon siswa tersebut nilai UN-nya tidak tinggi.

Baca Juga :  Music Live Style dan Gaya Ngopi di Waroeng PK

Tidak hanya nilai hasil ujian nasional (UN) yang tidak berlaku di PPDB SMP 2019 ini, dalam ketentuan sistem zonasi, piagam prestasi akademik maupun non akademik juga tidak berlaku di dalam zonasi dimana calon tersebut tingggal.

” Prioritas yang diterima tetap siswa yang tempat tinggalnya dekat dekat sekolah, bukan yang punya prestasi. Baik itu prestasi nasional maupun lokal,” tandas Lasiran.

Banner IDwebhost

Namun demikian siswa pemegang sertifikat prestasi masih diberikan peluang mendaftarkan diri di sekolah yang berada di luar zonasi. Misalnya jika tempat tinggalnya berada di wilatah zonasi l, maka siswa tersebut dapat menggunakan piagamnya tersebut untuk mendaftar sekolah di zonasi ll, lll, dan lV.

Baca Juga :  Awali TAB 2019/2020 Wabup Upacara di SMPN 1 Bojonegoro

Diakui Lasiran, sistem seleksi PPDB SMP tahun ini, membawa dampak kerugian bagi SMP Negeri l Bojonegoro, yang dikenal sebagai sekolah favorit di Bojonegoro.

Karena pihak sekolah, tidak bisa lagi menerima siswa baru dengan acuan hasil prestasi belajar yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional ( SKHUN ).

“Mau bagaimana lagi, aturan yang tertuang dalam Permendiknas nomor 51 tahun 2018 memang seperti itu,” jelas Lasiran.

Tujuan diterapkan sistem zonasi tersebut oleh pemerintah menurut kepala SMP Negeri 3 Bojonegoro, Muslim, yang juga ketua MKKS Bojonegoro adalah untuk pemerataan sebaran jumlah siswa baru SMP dan pemerataan kualitas pendidikan. Agar siswa yang punya kepintaran lebih tidak ngumpul di satu lembaga sekolah.

Baca Juga :  Rasakan Manfaat Belajar Baca Al qur'an, Guru TK PAUD Ini Ingin Belajar Lebih Dalam

Selain itu juga untuk memenuhi rasa keadilan bagi siswa yang rumah tempat tinggalnya berjarak dekat dengan sekolah.

“Dulu sering warga mengeluh tidak bisa diterima di sekolah yang ada di dekat rumahnya. Tetapi justru yang diterima siswa yang rumahnya jauh di luar kota. Nah, sekarang keluhan seperti ini sudah tidak ada lagi karena sudah difasilitasi pemerintah melalui Permendiknas nomor 51 tahun 2018,” papar Muslim.

(ro)

Bagikan :