oleh

Aliansi LSM Bojonegoro Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Jembatan ke Kejaksaan

-HUKUM-641 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Bojonegoro, melaporkan dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan bestek pekerjaan proyek jembatan ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

Dalam laporannya aliansi LSM, yang beranggotakan LSM Gempur dan LSM Lira disebutkan bahwa CV A, selaku pemenang lelang proyek rehab jembatan Nglumber, diduga telah melakukan kecurangan dalam pekerjaan proyek rehabilitasi jembatan Nglumber.

Proyek rehab jembatan Nglumber, Kecamatan Kepohbaru yang dibiayai dengan dana APBD Kabupaten Bojonegoro pada Tahun Anggaran 2019, dengan nilai pagu proyek sebesar Rp. 2.3 milyar lebih itu dimenangi CV. A dengan nilai penawaran lelang Rp. 1.889.630.248.77.

Baca Juga :  Diperiksa Polda Jatim Sebagai Saksi Wabup Bojonegoro Tak Mau Diintervensi Siapapun

Menurut Gus Mad, ketua LSM Gempur Bojonegoro, temuan penyimpangan bestek pembangunan fisik jembatan tersebut juga telah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ).

“Kami minta kepada pihak Kejaksaan untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan bestek proyek jembatan ini,” ujar Gus Mad, ketua LSM Gempur, kepada netpitu.com, Selasa, (15/09/2020), di kantornya.

Ditambahkan Sunyoto, bupati Lira Bojonegoro), dari hasil pengamatan di lapangan, proyek rehab jembatan Nglumber diduga syarat dengan penyimpangan yang merugikan keuangan negara.

Baca Juga :  Penetapan PT. SER Sebagai Mitra PT. ADS di DPRD Sarat Masalah

“Hasil pemeriksaan BPK yang tersaji dalam LHP hanya mengambil sampling kulitnya saja. Meski hanya sampling, tetapi BPK telah menemukan kecurangan dalam pengerjaaan proyek yang merugikan keuangan negara ratusan juta,” kata Sunyoto, di kantor LSM Gempur.

Ia pun meyakini, jika dihitung lebih detail akan ditemukan angka kerugian jauh lebih besar dari temuan BPK.

Karenanya meminta pada pihak Kejaksaan negeri Bojonegoro untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan proyek rehab jembatan Nglumber tersebut lebih lanjut dan mendalam.

Baca Juga :  Agus SR Beber Pelanggaran DPRD Dalam Keputusan Kerjasama Pemkab Bojonegoro dan PT. SER

“Kami yakin ada nilai kerugian lebih besar daripada yang disampling BPK,” tambah Sunyoto.

Kedua LSM tersebut kepada netpitu.com berkomitmen akan terus mengawal perkembangan penanganan dugaan kasus korupsi yang Selasa, (15/09/2020) telah dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro, hingga selesai.

(ro)

Bagikan :