oleh

BNi Target Cetak 1000 Agripreneur Tuban

-EKONOMI-62 views

TUBAN. Netpitu.com – Menyongsong industri 4.0 di Kabupaten Tuban Bank Negara Indonesia (BNI) bekerjasama dengan startup HARA yang bergerak di bidang pertukaran data (data exchange) berbasis blockchain luncurkan program mencetak 1000 Agripreneur, di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Selasa (15/10/2019).

Penandatangan kerja sama disaksikan Bupati Tuban; SEVP Jaringan BNI; dan Staf Ahli Kemenko Perekonomian RI, dan dihadiri pejabat BNI Cabang Surabaya dan Tuban, Kepala Diskoperindag dan Kepala Dispertan Kabupaten Tuban, dan diikuti 1000 pemilik kios/agripreneur se-Kabupaten Tuban dan Bojonegoro.

Dikatakan Bupati Tuban, H. Fathul Huda, kegiatan pengembangan bidang wirausahaan terutama sektor pertanian ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani dan agripreneur.

“Jumlah petani mencapai 70 persen dari total penduduk di Kabupaten Tuban. Kontribusi sektor pertanian mencapai 21 persen untuk PDRB kabupaten Tuban,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Huda Minta Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Bupati Huda menyatakan, potensi pertanian Bumii wali sangat bagus. Hasil pertanian berupa padi surplus hingga 50 persen, yang mampu menghasilkan beras premium.

Sedangkan total produksi jagung 600 ribu ton per tahun. Karenanya, pengembangan usaha bidang pertanian di Kabupaten Tuban juga potensial yang ditunjang kemudahan akses.

Potensi pertanian yang unggul, perlu dukungan SDM yang kompeten dan berjiwa entrepreneurship. Di samping itu, perlu ditanamkan mental wirausaha untuk masyarakat dan generasi muda yang pandai menangkap serta menginventarisir peluang.

Banner IDwebhost

“Dengan penerapan teknologi di depo atau kios maka akan mempermudah pemilik untuk mengelola dan mengembangkan usahanya,” ungkapnya.

Bupati yang sebelumnya juga pengrusaha ini optimis pelatihan ini akan dapat menjawab kebutuhan kaitannya dengan pengembangan wirausaha pertanian, juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Tuban.

“Saya harap pasca pelatihan melahirkan wirausaha handal dan terus berlanjut hingga ke generasi selanjutnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Semarak Ngonthel Bareng Kosti Bersama Bupati

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman, Raden Edi Priyo Pambudi mengungkapkan kolaborasi kemajuan teknologi dengan pertanian akan mampu menarik kembali minat generasi muda untuk berkecimpung di sektor pertanian.

Teknologi bukan sekedar untuk menikmati informasi tapi juga menciptakan mengembangkan bisnis melalui penciptaan lapangan kerja baru.

“Kita akan menciptakan petani pengusaha yang unggul dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi,” jelasnya.

Hadirnya kemajuan teknologi pertanian akan menghasilkan pertanian modern. Berbagai program pengembangan sektor pertanian diharapkan mampu mengembalikan kejayaan bangsa Indonesia sebagai negara maritim yang mampu swasembada pangan.

Sementara itu, Senior Executive Vice President Jaringan BNI, Ronny Venir menjelaskan BNI ikut bertanggung jawab pada program pembangunan negara Indonesia.

Melalui program pelatihan dan kemitraan dan pendanaan, petani dapat meningkatkan produksinya dan naik kelas. Mampu menciptakan ekosistem perekomian yang lebih efisien.

Baca Juga :  Jokowi : Peralihan Saham Kilang PT. Tuban Petrochemical Industries (TPI) ke PT. Pertamina Harus Tuntas Januari 2020

Ronny Venir menyebutkan BNI telah menyalurkan kredit usaha mencapai 3,2 triliun untuk 107 ribu petani seluruh Indonesia. Per September 2019, BNI telah menyalurkan KUR Tani sebesar 116 miliar untuk 12 ribu petani di Kabupaten Tuban. Kabupaten Tuban juga dinilai paling berhasil dalam hal penyaluran KUR Tani dan pengembangan pertanian.

Lebih lanjut, BNI menggandeng HARA untuk memberikan pendampingan terkait pengelolaan pertanian secara digital. Diharapkan petani dapat terus mengembangankan potensinya hingga masuk ke segmen komersial maupun coorporate.

“Bukan hanya petani pekerja, tapi menjadi pengusaha,” ujarnya.

(met)

Bagikan :