oleh

Puslitbang Perhutani Harus Sama Dengan Litbang Lainnya

-EKONOMI-94 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Pakar Kehutanan dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Jawa Tengah, Prof Moh Na’iem, mengunjungi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhutani (Puslitbang) di jalan Sorogo-Cepu, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/07/2019).

Kedatangannya ke Puslitbang hanya ingin membuktikan demplot-demplot tanaman hutan yang dikembangkan Perhutani terutama tanaman Jati Plus Perhutani (JPP).

Dalam ulasannya dia menyampaikan tanaman JPP yang diketahuinya special bahkan spektakuler dan agak luas.

“Penelitian yang saya lihat di Puslitbang ini saya rasa masih tanggung. Dan saya ketahui Litbang -litbang yang lain sifatnya sudah sangat kuat kelembagaan dan tenaganya sudah banyak yang bergelar Doktor,” ujarnya saat di dalam gedung pertemuan kantor ini bersama netpitu.com

Baca Juga :  Bupati : Perusahaan Wajib Pekerjakan Warga Lokal Tuban

Sementara itu dikatakan oleh Kapuslitbang Perhutani Yahya Amin, sejarah Puslitbang Perhutani sejak berdirin pada tahun 1998 bernama Pusat Jati, lalu ketika pada tahun 1999 bernama Pusbanghut.

Pada tahun 2000 pusat project pengembangan tanaman jati ini berubah bernama Pusbang SDH. Kemudian pada tahun 2005 berubah lagi namanya menjadi Puslitbang Perhutani.

“Sekarang ini untuk perkembangan struktur organisasinya, peran Puslitbang dalam program bisnis, Tim PUI th 2019 dan nilai indikator PUI tahun 2017, 2018 dan 2019 sudah mendukung sekali,” paparnya.

Banner IDwebhost

Apa yang disampaikan Kapuslitbang tadi mendapat tanggapan dari Sekretariat PUI Kemenristek Dikti, Goenawan Wybiesana bahwa Puslitbang Perhutani harus sama seperti Litbang-litbang di Indonesia.

Baca Juga :  Hingga Juli Semen Indonesia Bantukan 6.030 Zak Semen

 

“Jadi menurut saya kedepannya hasil penelitiannya harus bisa menghasilkan produk yang bisa dijual Perhutani agar ada usaha produktif,” ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa selama ini upaya yang dilakukan Puslitbang sudah ada Kegiatan Supervisi Pembinaan lembaga Pusat Unggulan Iptek (PUI ) Dari Kementerian Riset , Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

(met)

Bagikan :