oleh

Selamat Jalan Pak Puji Widodo

-BERITA-693 views

Oleh : Reinno Pareno

“Ayo sekolah dikumandangkan, bahkan Unicef menunjuk bintang film terpopuler Rano Karno beserta seluruh kru untuk dapat mentuntaskan masalah tersebut. Namun apakah semudah itu. Padahal sarana dan prasarana pendidikan sekarang ini mengalami kenaikan harga cukup tinggi. Peran gurulah yang dapat menangkis masa krisis yang telah berlangsung, namun siapakah guru tersebut. Guru terlibat langsung di dalamnya, guru dituntut untuk lebih inovatif dan kreatif.

Penggalan kata kata itu adalah salah satu tulisan Puji Widodo di Harian Radar Bojonegoro 5 Oktober 1998. Dia tokoh pendidikan yang meninggal dunia pada Selasa (20/08/2018) siang. Dia tutup usia dalam usia 53 tahun setelah beberapa jam dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikusuma Jalan Veteran Bojonegoro, akibat serangan jantung.

Puji Widodo memang tetap setia kepada pengabdiannya di dunia pendidikan. Kepada kawan-kawannya, dia bahkan menyebutkan akan kembali terjun sebagai guru dan melepas jabatannya sebagai kepala bidang di Kantor Dinas Pendidikan Bojonegoro.

Baca Juga :  Beda Bupati Tuban dan Bupati Bojonegoro Soal Kebijakan Sholat Idhul Fitri

Karena kesetiaan pada profesinya itu, juga berkat prestasinya di dunia pendidikan, para sahabatnya sering berdiskusi dengannya.

Sebagai guru sejak 1989 di SMA Negeri Sumberejo Bojonegoro hingga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bojonegoro di 2010, dikenal sebagai penulis di media massa. Tulisannya andal, bisa bikin orang terharu, bangkit atau terkesan.

Dalam mengikuti keberangkatan ibadah haji adiknya Kepala Desa Talun Zaenal Abidin bersama keluarga, saat bertemu dengan sahabatnya dari kalangan jurnalis di depan DPRD Bojonegoro belum lama ini. Puji Widodo menunjukkan hal-hal yang agak berbeda daripada biasanya. Dia mengingatkan jurnalis untuk selalu profesional dan bermartabat. Dia juga berbicara tentang meningkatkan ibadah.

Banner IDwebhost

Puji Widodo, memang akrab dengan kalangan jurnalis. Dia lahir di Desa Ngemplak Kecamatan Baureno Bojonegoro, 23 Juni 1965. Puji Widodo, berpengalaman organisasi di pengurus PGRI, pengurus ISNU, pengurus NU dan pengurus SMP SMA Ahmad Yani Baureno.

Baca Juga :  Menurut Aturan Ini, Presiden Bisa Cabut Kewenangan Bupati Dalam Mutasi dan Pengangkatan Jabatan

Puji Widodo yang selalu tampil low profil itu setumpuk karya tulisnya, diantaranya upaya guru dalam mewujudkan masa depan anak didik di tengah krisis moneter. Menghilangkan kesan BK sebagai polisi sekolah. Meningkatkan mutu pendidikan di tengah krismon. Kompetensi pendidikan di era otonomi pendidikan.

Oh guruku ternyata suka ngaret. Cawu kembali ke semester. Guru negeri diistemewakan. Standart kelulusan dinaikkan siapa takut. Geng nero siapa yang salah. Otonomi awards tonggak kebangkitan Bojonegoro. Golput bukan solusi yang tepat. Pasca BLT program apa lagi. Membaca ulang ujian nasional. Selamatkan generasi muda dari narkoba. Masih banyak tulisan lainnya.

Baca Juga :  Warga Sukosari - Soko Keluhkan Pungutan Uang Penyemprotan Disinfektan

Sahabatnya Hidayat Rahman, saat ini yang menjabat Kepala Sekolah SMK Negeri Rengel Tuban melukiskan gaya tulisan Puji Widodo sangat indah, namun bebas dan lugas sehingga membuat para pembaca mengelus dada. Hidayat Rahman juga mengatakan, Puji Widodo adalah seorang visioner.”Gagasan dan ide idenya cemerlang di semua ke wilayahan, baik keagamaan, kebangsaan, dan ideologi,” tambahnya. Dan Puji Widodo itu sekarang telah pergi. Selamat jalan Pak Puji Widodo. (*)

Penulis adalah Wartawan Harian Memorandum, Jawa Pos Group

Bagikan :