oleh

11.537 Blanko Ijazah SMP Didistribusikan Ke Sekolah

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sebanyak 11.537 blanko ijazah untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik itu sekolah negeri maupun swasta dibawah naungan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro mulai di distribusikan kepada masing masing sekolahan.

Pendistribusian blanko ijazah dari Kantor Disdik Bojonegoro juga kepada Sekolah Satu Atap (Satap), untuk Sekolah Satap yang ada di Kabupaten Bojonegoro totalnya ada 6 lembaga sekolahan.

“Hari ini kita kumpulkan Kepala SMP dan Kepala Satap untuk menerima penjelasan tentang tata cara dan aturan dari Kementerian Pendidikan Pusat mengenai ijazah bagi lulusan SMP tahun ajaran 2019/2020”, ucap Kepala Kantor Disdik Bojonegoro, Dandi Suprayitno.

Baca Juga :  Bupati Tuban Canangkan Madrasah Tangguh

Kepala Kantor Disdik Bojonegoro mengatakan, selain menerima penjelasan tentang tata cara penulisan ijazah, Kantor Disdik Bojonegoro juga menyampaikan beberapa program guna memajukan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro ditengah pandemi Covid-19.

“Untuk Kepala SMP Swasta di Kabupaten Bojonegoro, kita agenda besok, dikarenakan Kantor Disdik Bojonegoro tetap melaksanakan protokol kesehatan sesuai intruksi dari Dinas Kesehatan”, terang Dandi Suprayitno.

Baca Juga :  38 SMP Tak Penuhi Pagu Kuota, Tak Ada PPDB Gelombang Dua

Ditemui terpisah, Suyanto selaku Kepala Bidang (Kabid) SMP Kantor Disdik Bojonegoro menjelaskan, mulai hari Rabu (22/7/2020) sebanyak 108 lembaga (SMP Negeri/SMP Swasta/Satap) mulai menerima blangko ijazah.

“Setelah setiap lembaga menerima blanko ijazah, diharapkan untuk segera melakukan penulisan sehingga murid lulusan SMP segera menerima ijazah”, jelas Kabid SMP Kantor Disdik Bojonegoro.

Banner IDwebhost

Menurutnya, jangan sampai terjadi kesalahan dalam penulisan blanko ijazah, kalau terjadi kesalahan dalam penulisan blanko ijazah proses penggantian blanko ijazah memakan waktu tiga sampai enam bulan lamanya.

Baca Juga :  Bupati Tuban Persiapkan Pesantren Tangguh

“Untuk blanko ijazah yang salah dalam penulisan serta bila terjadi kelebihan blanko ijazah, blanko ijazah tersebut akan dimusnahkan oleh Kantor Disdik Bojonegoro, hal tersebut guna menghindari penyalahgunaan blanko ijazah”, pungkas Suyanto.

(vie)

Bagikan :