oleh

Presiden Jokowi Resmikan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet

-GOODNEWS-29 views

JAKARTA. Netpitu.com – Presiden Joko Widodo, Senin, ( 23/03/2020) pagi meresmikan penggunaan wisma atlet sebagai rumah sakit darurat penanganan pasien Covid-19.

Dikatakan presiden, empat tower di Wisma Atlet ini langsung bisa digunakan untuk menangani pasien Covid-19. Keempat tower yang disiapkan adalah Tower 1, Tower 3, Tower 6, dan Tower 7. Dari empat tower wisma atlet ini setidaknya bisa menampung sekitar 2.000 tempat tidur.

Sebelum meresmikan penggunaan wisma atlet sebagai RS darurat Covid-19, Jokowi terlebih dahulu melakukan peninjauan kesiapan beberapa ruang yang sudah siap dengan fasilitas kesehatan untuk menangani pasien terdeksi virus corona.

Peesiden didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan sejumlah pejabat lainnya, langsung memantau sejumlah titik di rumah sakit darurat itu. Mulai dari ruang instalasi gawat darurat sampai ke kamar isolasi pasien.

Sambil melakukan pemantauan, Presiden yang mengenakan masker hijau mendapat penjelasan mengenai fasilitas di RS tersebut dari para pejabat mendampinginya.

Baca Juga :  Kades Tinumpuk Ajak Warga Semprotkan Disinfektan

Dikatakan Presiden Jokowi, wisma atlet siap menampung 3.000 pasien Covid-19 dan memastikan seluruh ruangan di sana telah ditata sesuai standar keamanan dan kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19.

Banner IDwebhost

Jokowi juga mengatakan, rumah sakit darurat ini didesain memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para dokter, perawat, dan tenaga medis yang bertugas sehingga mereka terlindungi dari penularan virus selama bertugas.

“Wisma Atlet memiliki kapasitas 24.000 orang yang saat ini yang telah disiapkan adalah untuk 3.000 pasien dengan wilayah ruang yang telah ditata dengan manajemen yang baik. Baik untuk pasien, dokter, paramedis” tutur Jokowi.

Dikutip dari keterangan pers BNPB pada Minggu (22/3/2020), rincian dari penggunaan tiap-tiap tower meliputi Tower 6 secara utuh mulai lantai 1 hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas yang tersedia adalah 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang. Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga orang pasien.

Baca Juga :  Warga Tri Tunggal Lakukan Penyemprotan Mandiri

Kemudian Tower 7 akan dibagi menjadi beberapa fungsi. Pada lantai 1 akan digunakan sebagai IGD, lantai 2 untuk ICU, dan lantai 3 untuk ruang refreshing.

Sedangkan lantai 4 sampai 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas di Tower 7 adalah 886 unit dengan kapasitas ruang rawat maksimal adalah 2.458 pasien.

Adapun dokter dan petugas medis akan menggunakan Tower 1 lantai 1 sampai 24 dengan kapasitas 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang.

Sedangkan Tower 3 lantai 1 sampai 24 direncanakan untuk Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Jumlah unit yang tersedia sebanyak 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang.

Seluruh protokol terkait pelayanan kesehatan dalam hal ini diatur oleh Kementerian Kesehatan dengan operasionalnya akan dibantu oleh TNI, kepolisian, dan relawan, di bawah komando dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sedangkan untuk bantuan alat-alat kesehatan akan dikoordinasikan oleh Kementerian BUMN.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, kepada wartawan mengatakan, Wisma Atlet ini bakal diperuntukkan bagi mereka yang menunjukkan gejala covid-19 atau sakit ringan.

Baca Juga :  36 Dokter Ikuti Diklat Advance Cardiac Life Support

“Yang kondisinya ringan, positif, sudah terjadi di rumah sakit, bisa didorong ke Wisma Atlet ini,” kata Terawan saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

“Sehingga di sini akan punya kemampuan untuk menampung orang yang bukan sakit berat tetapi yang sakit ringan yang membutuhkan perawatan,” tutur dia.

Terawan mengatakan, pasien yang hendak dirawat di Wisma Atlet harus lebih dulu memeriksakan diri di rumah sakit. Sebab, rumah sakit harus lebih dulu memastikan ada tidaknya gejala virus corona.

Proses pemeriksaan di rumah sakit bukan hanya rapid test, tetapi juga pemeriksaan awal.

(rd)

Bagikan :