oleh

Beda Bupati Tuban dan Bupati Bojonegoro Soal Kebijakan Sholat Idhul Fitri

-BERITA-444 views

BOJONEGORO.Netpitu.com – Warga masyarakat Bojonegoro khusunya yang besuk akkan melaksanakan sholat Idhul fitri, merasa kebingungan. Karena sesuai surat edaran bupati nomor 451/246/412.014/2020 yang mengatur tentang pelaksanaan zakat, takbir dan sholat Id, masyarakat diminta untuk sholat Id di rumah saja.

Dalam surat edaran yang diterbitkan pada 20 Mei 2020 tersebut tidak menyinggung soal dipetbolehkannya atau tidak umat muslim Bojonegoro melaksanakan sholat Id di masjid, mushola dan lapangan.

Sehingga dengan adanya surat edaran bupati tersebut, pelaksanaan sholat hanya dilaksanakan di rumah saja, tidak boleh di masjid, di mushola ataupun di lapangan.

Padahal baik pemerintah pusat, provinsi dan Majelis Ulama Indonesia tidak melarang sholat Id di masjid ataupun lapangan. Hanya saja, untuk bisa melaksanakan sholat Id di masjid atau lapangan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Baca Juga :  Bhakti Sosial Satlantas Polres Bojonegoro Berikan Bantuan Sosial Di Tengah Pandemi Corona

Misalnya, bukan wilayah pandemi virus corona ( zona hijau ), tersedianya fasilitas cuci tangan, jamaah memakai masker, menjaga jarak satu meter antar jemaah. Intinya protokuler pencegahan penularan dan penyebaran virus corona harus terpenuhi.

Inilah surat edaran bupati yang tidak mengatur boleh tidaknya pelaksanaan sholat Id di masjid, mushola atau lapangan.

Banner IDwebhost

Bupati Tuban.

Berbeda dengan Bupati Tuban, H. Fathul Huda, dalam mengeluarkan surat edaran pelaksanaan sholat Id lebih lengkap dan rinci.

Pada dasarnya bupati Tuban juga menghimbau agar sholat Idhul fitri dilaksanakan di rumah, baik secara berjamaah maupun sendiri.

Namun bupati Tuban, juga tidak melarang masyarakatnya jika tetap ngotot ingin melaksanakan sholat Idhul fitri di lapangan, masjid, dan mushola. Tetapi ada persyaratan yang wajib dipenuhi oleh pelaksana. Seperti menyediajan fasilitas cuci tangan dengan sabun, jamaah menggunakan masker, dan jaga jarak 1 meter sebagaimana ketetapan penerapan protokuler Covid-19 dilakukan.

Baca Juga :  Tanaman Bunga Vertical Garden Jembatan Kaliketek Banyak Rusak, Kontraktor Tak Lakukan Perbaikan

Selain itu ada syarat lain yang wajib dipenuhi apabila masyarakat ngotot melakukan sholat Id di lapangan, masjid dan mushola. Yaitu, hadirnya aparat keamanan yang menjaga dan petugas kesehatan ( Covid-19 ), yang nantinya akan memastikan terselenggaranya sholat secara tertib dan sesuai dengan penerapan protokuler Covid-19 secara ketat.

Jika tidak ada aparat keamanan yang menjaga dan hadirnya petugas kesehatan di lokasi sholat berjamaah di lapangan, masjid ataupun mushola maka bupati Tuban menghimbau masyarakatnya untuk tidak melakukan sholat Id fi lapangan, masjid, mushola atau tempat lain yang digunakan untuk shokat Id.

Baca Juga :  Wah, Ada Yang Aneh Pada Banner Dirgahayu Bhayangkara di Aloon-aloon Bojonegoro

Inilah Surat edaran Bupati Tuban secara lengkap.

Dari kedua kebijakan yang dikeluarkan oleh dua pimpunan daerah tersebut, nampaknya masyarakat Tuban lebih mempunyai pilihan pasti. Apakah mau melaksanakan sholat Idhul fitri berjanaah di lapangan, masjid, mushola atau hanya akan melaksanakan sholat Idhul fitri di rumah saja, sesuai himbauan pemerintah.

Lantas bagaimanakah dengan warga Bojonegoro yang akan melaksanakan sholat Id di masjid, mushola atau lapangan ?. Masih bingung….?.

(ro)

Bagikan :