oleh

Bagikan KPM, Dinas Pertanian Kenalkan Teknologi Penyiraman Air Pertanian

BOJONEGORO. Netpitu com – Untuk meningkatkan produktivitas pertanian berbasis teknologi Dinas Pertanian Bojonegoro, Selasa (23/7/2019) menggelar dan memperkenalkan teknologi pertanian kepada petani.

Teknologi pertanian yang diperkenalkan adalah cara penyiraman tanaman dengan menggunakan teknologi drone.

Dengan menggunakan drone sebagai sarana (alat batu) dalam penyiraman tanaman dianggap lebih efektif dan efesien dalam penggunaan air. Selain itu, waktu penyiraman juga lebih singkat.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi ide tersebut, dengan tema gelar teknologi pertanian, petani dapat belajar, menela’ah dan memahami teknologi di sektor pertanian.

Ia pun berharap, teknologi mulai bisa diterapkan di sektor pertanian.

Baca Juga :  Hari Ini Kafilah Tuban Berlomba di 5 Cabang Babak Final MTQ

“Saya tantang Dinas Pertanian, teknologi pertanian apa yg bisa diterapkan oleh dinas pertanian di Bojonegoro,” ujar bupati.

Selain menggelar teknologi pertanian, Dinas pertanian juga melaunching Kartu Petani Mandiri (KPM), di Desa Ngujung, Kec. Temayang pada selasa (23/7/2019).

Banner IDwebhost

Launching KPM ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Pj. Sekda, OPD Kab. Bojonegoro, Forpimda, Camat se Kab. Bojonegoro serta jajarannya, Jajaran Muspika Kecamatan Temayang, Kepala Desa Ngujung dan Kelompok Tani se Bojonegoro.

KPM menjadi program unggulan dari 17 (tujuh belas) program pemerintah lainnya. KPM adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadapa petani.

Dengan KPM petani dapat memperoleh KPM dengan bergabung menjadi anggota Kelompok Tani yang terdapat di wilayahnya.

Baca Juga :  Festival "Toeban Tempo Doeloe" Jadi Ajang Pesta Rakyat Tuban

Hal itu penting karena KPM dan bantuan untuk petani akan disalurkan melalui kelompok tani. Sesuai regulasi yang ada, bantuan dalam bentuk dana hibah sifatnya adalah untuk kelompok, instansi atau lembaga.

Perlu diketahui bahwa bantuan bagi kelompok tani akan disalurkan dalam bentuk sarana dan pra sarana produksi (saprodi) sehingga dapat dimanfaatkan seluruh anggota dan mampu menunjang proses tanam hingga panen.

Selain itu Dinas Pertanian melalui pendamping lapangan akan melakukan pendampingan kepada petani untuk memproses pengajuan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten.

Baca Juga :  Bupati, Tukang Becak dan PKL Peringati Bareng Hari Kemanusiaan di Pendopo

“Kita akan mendampingi kelompok tani dalam memenuhi persyaratan untuk mengajukan bantuan kepada Pemkab melalui tim di lapangan.” terang Helmy selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menghimbau kepada petani, bagi petani yang belum tergabung ke dalam Kelompok Tani, segera bergabung atau membentuk kelompok tani baru. Karena ini kaitannya dengan bantuan melalui kelompok tani yang akan kita berikan kepada petani.

(pur/adv)

Bagikan :