oleh

Penggugat PI Tolak Draft Perdamaian PT. SER dan PT. ADS

-EKONOMI, HUKUM-285 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Penggugat kerjasama Particypating of Interest ( PI ) blok Cepu, Agus Susanto Rosmanto, menolak draft perjanjian perdamaian yang diusulka oleh para pihak yang kini tengah bersengketa di Pengadilan Negeri Bojonegoro, yakni PT. SER, PT. ADS.

Perdamaian yang diinisiasi oleh pihak tergugat lll, ( PT. Surya Energy Raya / PT. SER ) ini, dimaksudkan untuk menutup peluang berlangsungnya persidangan gugatan Perbuatan Melawan Hukum ( PMH ) yang diajukan oleh Agus Susanto Rismanto di PN Bojonegoro.

Dalam salah satu tuntutannya Agus Susanto Rismanto menuntut dilakukannya renegosiasi kepemilikan saham dan bagi hasil keuntungan atas kerjasama penyertaan modal pengelolaan PI 4,5 persen yang menjadi hak Kabupaten Bojonegoro, di blok Cepu.

Dimana dalam perjanjian kerjasama tersebut, Pemkab Bojonegoro hanya memperoleh bagi hasil keuntungan ( deviden ) sebesar 25 persen, sedangkan 75 persen keuntungan dikuasai oleh PT. SER .

Menurut Agus Susanto Rismanto, sekilas memang tawaran perdamaian ini cukup melegakan. Karena di dalam draft perjanjian perdamaian yang dibuat telah ada kesepakatan dari para pihak tergugat untuk melakukan renegosiasi, seperti tuntutan yang diajukan dalam gugatan PMH.

Baca Juga :  Langkah Desa Lengkong Atasi Kebutuhan Air Sawah Saat Kemarau Ini Patut Ditiru

Namun semangat renegosiasi yang diajukan oleh PT. Asri Dharma Sejahtera ( ADS ) tidak optimal dan hanya sekedar memenuhi tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) TA 2019, yang menyebutkan jumlah kepemilikan saham Pemkab Bojonegoro dengan PT. SER tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD.

Dalam kerjasama antara Pemerintah daerah dengan pihak ketiga ( investor ), menurut PP Nomor 54 Tahun 2017, kepemilikan saham Pemerintah daerah harus lebih besar dibanding pihak investor, atau dengan perbandingan paling sedikit, 51 persen saham dikuasai oleh Pemerintah daerah dan 49 persen saham dikuasai investror.

Lebih lanjut dikatakan Agus, hal inilah yang kemudian dijadikan dasar semangat pihak PT. ADS untuk melakukan renegosiasi kepemilikan saham. Sehingga PT. ADS hanya menyanggupi pembelian saham PT. SER sebanyak 26 persen dari total 75 persen saham yang dikuasai oleh PT,SER.

Baca Juga :  KPK Akui Pernah Berikan Koreksi Kerjasama PI Antara PT. SER dan Pemkab Bojonegoro

Padahal, dari pihak PT. SER sudah menawarkan penjualan 100 persen saham yang dimilikinya kepada Pemkab Bojonegoro. Bahkan penjualan 100 persen kepemilikan saham PT. SER ini dimasukan dalam syarat pelepasan sahamnya kepada Pemkab Bojonegoro. Dengan kata lain, Pemkab harus membeli seluruh saham milik PT. SER, tidak boleh hanya dibeli sebanyak 26 persen seperti keinginan PT. ADS.

“Tapi sayangnya, opsi yang diambil PT. ADS hanya ingin membeli 26 persen saham milik PT. SER. Itulah yang menjadi dasar penolakan kami,” ujar Agus Susanto Rismanto, kepada netpitu.com, Kamis, (24/09/2020).

“Karena tanpa adanya perdamaian pun, sebenarnya Pemkab Bojonegoro wajib menindaklanjuti temuan BPK untuk mengakuisisi saham PT. SER sebesar 25 persen. Jika tidak, maka sampai kapanpun perjanjian kerjasama tersebut akan bermasalah dengan hukum. Lantaran tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan,” jelas Agus Susanto Rismanto.

Baca Juga :  Agus SR Beber Pelanggaran DPRD Dalam Keputusan Kerjasama Pemkab Bojonegoro dan PT. SER

Sementara itu, Agus Susanto Rismanto menginginkan Pemkab Bojonegoro bisa membeli saham PT. SER lebih dari 26 persen. Atau setidaknya dalam kerjasama PI ini saham yang dikuasai Pemkab sebesar 70 persen dan 30 persen saham lainnya menjadi bagiam milik investor.

“Syukur-syukur jika seluruh saham milik PT. SER bisa dikuasai oleh Pemkab Bojonegoro,” harap Agus Susanto Rismanto.

(ro)

Bagikan :