oleh

Pemerintah Dirikan 10 Ribu e-waroeng

Netizensatu.com – Guna mengantasi kemiskinan, pemerintahan Jokowi segera mendirikan 10 ribu E-Waroeng. Yang masing-masing diberi bantuan sebesar Rp 30 juta/waroeng.

“Sudah diusulkan di APBN-P, 10 ribu e-waroeng dengan anggaran Rp 30 juta/waroeng. Sehingga dana yang dibutuhkan Rp 300 miliar untuk e-waroeng,” ungkap Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Selasa (21/3) lalu.

Tujuan pendirian E-Waroeng ini, selain untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Juga digunakan untuk penyaluran dana bagi penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).

Selain itu, terang Khofifah, kartu PKH bisa digunakan untuk belanja kebutuhan pokok seperti membeli beras, gula, minyak goreng, dan telur di e-warong.  Kementerian Kesehatan saat ini merekomendasikan agar di e-warong dijual kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang ijo.

Keseriusan pemerintahan Jokowi dalam pengentasan kemiskinan, menurut Khofifah, dilakukan dengan meningkatkan penerima PKH. Dari yang semula 6 juta jiwa, dinaikkan lagi 3 juta, sehingga menjadi 9 juta jiwa.

“Itu hitungan kemampuan yang di lapangan dan kemampuan identifikasi, pendampingan berapa banyak dan kualifikasi yang beda. Karena ini sudah makin sifatnya nontunai,” imbuh Khofifah sebagaimana diberitakan Kompas.com

Dengan penambahan 3 juta penerima PKH itu, maka pemerintah butuh tambahan anggaran dalam APBN Perubahan sebesar Rp 5,5 triliun untuk pencairan dan pendampingan.

Banner IDwebhost

Dan, berdasarkan data Bank Dunia yang disampaikan kepada pihak Kemensos pada 23 Februari lalu Angka kemiskinan di Indonesia bisa turun sebanyak 1,25 persen. Dari jumlah 28,51 juta penduduk Indonesia (10,86 persen), menurut data BPSMaret 2016.

(Red/Tam)

Bagikan :