oleh

Kabar Duka, Sang Maestro Lukis Surealis Bojonegoro Meninggal

BOJONEGORO. Netpitu.com –  Langit mendung menyelimuti Bojonegoro, hari ini, Selasa, (26/05/2020), dikabatkarkan sang maestro perupa seni lukis Bojonegoro yang memiliki aliran surealis yang dikenal dengan nama Handoko Subhan, meninggal dunia.

Seniman yang pernah memamerkan lukisannya di mancanegara ini, meninggal pada usia 62 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhirnya saat berada dalam perawatan Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Bojonegoro.

Selain menjalani profesinya sebagai seorang pelukis, Handoko Subhan, juga membuka toko buku ” Sumber Agung ” yang cukup dikenal  Bojonegoro. Handoko mulai melukis dan dipamerkan kepada khalayak umum sejak 1990-an.

Baca Juga :  Usai Lebaran Kasus Positif Corona di Tuban Tambah 100 Persen, Jadi 40 Orang

Lukisan Handoko, seperti pernah ditunjukkan kepada netpitu.com, kebanyakan bercerita tentang harmonisasi keindahan alam dan makhluk hidup sebagai penghuni bumi.

Handoko dan karya lukisnya yang diberi judul “Tengul”

Burung bangau adalah salah satu satwa obyek yang menjadi model lukisan terbanyak Handoko Subhan. Tak terhitung berapa jumlah lukisan yang telah dibuatnya.

Selain kerapkali berpaneran di Jakarta, lelaki yang suka sekali berbincang tentang perdamaian ini juga pernah memamerkan lukisannya di Amerika.

Sepengetahuan netpitu.com, Handoko, terakhir kali menggelar lukisannya di gedung PCK Bojonegoro, bersama seniman  perupa lukis Bojonegoro lainnya. Meski sudah melalang buana, pelukis yang dikenal ramah dan santun ini, selalu tersenyum dan rendah hati di hadapan seniman-seniman Bojinegoro lainnya. Baik senior maupun yang masih tergolong pemula.

Banner IDwebhost

Dalam wawancara dengan netpitu.com waktu itu ( saat pameran di gedung PCK Bojonegoro ), sang maestro Handoko, mengatakan ia memimpikan Bojonegoro dengan APBD yang besar bisa memiliki galery lukis yang memadai.

Baca Juga :  Wow, Pasien Positif Covid-19 Bojonegoro Tembus 106 Orang

“Dengan APBD yang besar harusnya Bojonegoro mampu memiliki galery atau gedung pusat seni,” ucap Handoko, kala itu kepada netpitu.com.

Handoko dan karya lukisnya yang diberi judul ” Pembuat gerabah “.

Ia pun berharap besar tethadap kebangkitan seniman Bojonegoro untuk bangkit dan terus betkarya hingga mampu menembus cakrawala mancanegara.

“Jangan berkutat di dalam kota,” cetus Handoko, sast itu.

Selamat jalan sang maestro, Handoko, karyamu, namamu telah  turut mengharumkan dan menjadikan nama Bojonegoro semakin besar dan dikenal. Bukan hanya karena sebagai sumber minyak dan gasnya tapi juga karya besar senimannya.

Baca Juga :  18 Pasien Covid Dinyatakan Sembuh dan 1 Meninggal

(ro) 

Bagikan :