oleh

Perhutani KPH Bojonegoro Alokasikan 2.021 Hektar Untuk Tanaman Biomassa

-EKONOMI-114 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH ) Bojonegoro tahun ini berencana mengembangkan tanaman Kaliandra dan Glireside dengan luas areal tanaman 2.021 hektar. Kedua jenis tanaman tersebut memiliki masa usia produksi 2 tahun.

Nantinya kedua tanaman ( kaliandra dan glireside ) tersebut akan diolah menjadi briket bahan bakar.

Rencananya, penanaman dilakukan akhir tahun 2019 ini atau pada masa musim tanam. Lokasi tanaman di pilih di BKPH Bareng 55,7 hektar, BKPH Bubulan 649,2 hektar, BKPH Deling 124, 1 hektar, BKPH Gondang 63,1 hektar, BkPH Nglambangan 530,6 hektar, BKPH Temayang 123,1 hektar, dan BKPH Tretes 476,1 hektar.

Baca Juga :  Hambat Izin Pasar Ngampel Bupati Bojonegoro Dilaporkan Ke Presiden

Pengusahaan tanaman biomasa ini akan melibatkan masyarakat sehingga akses usaha masyarakat hutan semakin luas dan kesejahteraannya semakin meningkat. Lantaran pola tanam yang diterapkan adalah Perhutanan Sosial Agroforestri dengan tanaman pertanian ( tumpang sari ), dengan menempatkan investor pihak ketiga sebagai pembeli hasil panen.

Administratur Perum Perhutani KPH Bojonegoro, Ir. Dewanto, bahwa pengusahaan tanaman biomassa merupakan kebijakan peruhasaan untuk mengantisipasi issue pemanasan global dan juga pemenuhan bahan energi terbarukan.

“Kedepan ini energi fisil kan terus menurun sehingga harus dicari energi alternatif,” ujar Dewanto, di kantornya, Senin (24/6/2019).

Baca Juga :  Hambat Izin Pasar Ngampel Bupati Bojonegoro Dilaporkan Ke Presiden

Nantinya menurut Dewanto, pengusahaan tanaman biomassa di KPH Bojonegoro dilakukan dengan melibatkan masyarakat ( Perhutanan Sosial ). Sedangkan hasil panennya akan dijual pada dibeli oleh perusahaan yang sudah bekerja sama dengan Perhutani.

Banner IDwebhost

Diharapkan dengan adanya program ini bisa memberikan nilai tambah pendapatan masyarakat sekitar hutan.

Sepetti disebutkan oleh Direktur utama Perhutani, Denaldy M. Mauna, untuk menangkap peluang bisnis industri kayu energi Perum Perhutani tahun ini mulai melakukan ekstensifikasi pengembangan tanaman biomasa sampai ke industri hilir (wood pellet) dengan total  penanaman 120 ribu ha dalam waktu 5 tahun.

Baca Juga :  Puslitbang Perhutani Harus Sama Dengan Litbang Lainnya

Menurutnya upaya ekstensifikasi ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam mitigasi perubahan iklim dengan mendorong pengurangan emisi C02 yang tahun lalu secara global mencapai titik tertinggi.

Transformasi pengembangan portfolio sumber daya hutan ini ditetapkan berdasarkan pilot project pengembangan biomasa sejak tahun 2013 dengan hasil sesuai harapan.

 

(ro)

Bagikan :