oleh

Wah, Ada Yang Aneh Pada Banner Dirgahayu Bhayangkara di Aloon-aloon Bojonegoro

BOJONEGORO. Netpitu.com – Bojonegoro selalu punya cerita, terutama soal indikasi ketidaknormalan hubungan Bupati dan Wakil Bupati. Bukti itu nampak jelas dalam banner yang bertuliskan Dirgahayu Bhayangkara ke 74, yang dipasang sebagai background upacara Hari Bhatangkara di Aloon-aloon Bojonegoro.

Tampak jelas di samping kanan tulisan dalam banber terpasang foto Kapolres Bojonegoro, AKBP. M. Budi Hendrawan. SIK. MH, selaku petinggi Polres di Bojonegoro.

Sementara di sisi kiri tulisan terdapat Kepala daerah Kabupaten Bojonegoro, Bupati Anna Muawanah, tanpa didampingi foto gambar Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto.

Normatifnya, kepala daerah kabupaten Bojonegoro, Bupati dan Wakil Bupati merupakan satu kesatuan paket pasangan yang tidak terpisahkan dalam konteks penerintahan. Kalaupun terjadi kerenggangan komunikasi tidak seharusnya dipamer-pamerkan ke publik sehingga menimbulkan penilaian masyarakat.

Baca Juga :  Setahun Kepengurnsan DPC PDIP Bojonegoro : Evaluasi Kinerja Partai

Seperti dikatakan Agus Sutikno, warga Desa Mojo, kepada netpitu.com, (Jumat, (26/06/2020). Menurut Sutikno, ada yang aneh pada banner besar yang terpampang di alun-akun kota Bojonegoro. Sepertinya hal itu bukan kesalahan tehnis semata tapi sudah ada unsur kesengajaan.

“Sebagai masyarakat Bojonegoro saya prihatin dengan kondisi seperti itu. Terlepas ada atau tidaknya konflik kepentingan sekecil apapun harusnya tetap santun menjaga etika orang timur,” ujar Sutikno.

Penampakan banner ucapan hari Bhayangkara itupun juga menuai tanggapan dari seniman dan budatawan Bojonegoro, Areiyoko MP. Dikatakan Arieyoko, masyarakat luas bertanya-tanya, makna apakah, ada apakah, sehingga foto Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto tidak terpasang pada banner upacara Hari Bhayangkara di Alun-alun Bojonegoro, tersebut.

Banner IDwebhost

Apakah terkait dengan pecah kongsi antara Bupati dan Wakil Bupati ?
Apakah tak ada lagi kerukunan antar pucuk pimpinan di Bojonegoro ?

Baca Juga :  Rekom Di Depan Mata, Golkar Usung Lindra Sebagai Calon Bupati di Pilkada Tuban

Lebih lanjut Arieyoko mengatakan, daripada multi tafsir mengakibatkan salah tafsir dan menjadi viral tak keruan di medsos, sebaiknya Pemda, Humas atawa Kominfo Bojonegoro, menjelaskan hal itu secara gamblang dan meluas. Sehingga tak terjadi main tebak-tebakan yang tak keruan.

“Moga-moga ini hanya kesalahan pencetakan banner saja, jika itu yang terjadi, ya segera dicopot dan diganti. Sebab ini upacara resmi Hari Bhayangkara, Polri milik masyarakat luas,” tutur seniman dan budayawan, Arieyoko MP, kepada netpiti.com, Jumat, (26/06/2020).

Baca Juga :  Bupati Huda Berharap Polisi Lebih Humanis

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Masirin, yang dikonfirmasi netpitu.com terkait keberadaan banner tersebut melalui WhatsApp-nya hingga berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban.

(ro)

Bagikan :