oleh

Kesandung Benih Lobster, KPK Tetapkan Menteri Kelautan Edhy Prabowo Tersangka Suap

-HUKUM-123 views

JAKARTA. Netpitu.com – Jagad Indonesia kembali dikejutkan pemberitaan ditangkapnya seorang menteri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), pada Selasa, (24/11/2020) waktu tengah malam, di bandara Siejarno – Hatta.

Kali ini yang “apes” adalah, menteri Kelautan, Edhy Prabowo, bersama rombongannya sepulang dari kunjungan tugas ke luar negeri. Turut dalam rombongan tersebut termasuk isteri Edhy Prabowo, Iis Rosyati Dewi, yang juga anggota DPR RI.

Tak hanya, menteri Edhy Prabowo, yang diamankan KPK. Ada 17 orang lain yang menjadi rombongan menteri Kelautan tersebut yang digiring ke kantor KPK, untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut Plt Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (25/11), jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya 17 orang. Diantaranya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan beserta istri dan beberapa pejabat di KKP. Selain itu, juga ada beberapa orang pihak swasta.

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020,” jelas Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga :  Dugaan Kasus Jual Beli Proyek di Disdik Bojonegoro Bermula Dari Pekerjaan Proyek Tak Dibayar

KPK menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur. Selain Edhy, ada 6 orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut 7 tersangka yang ditetapkan KPK:
1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Baca Juga :  Sekda Benarkan Surat Penurunan Pangkat Dandy, Inspektorat : Karena Menyalahgunakan Wewenang

Keenam tersangka penerima disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Selanjutnya satu orang dari pihak swasta yang berperan sebagai pihak pemberi suap, Suharjito ( Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama ), juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penangkapan itu sebelumnya dilakukan pada Selasa (24/11) menjelang tengah malam saat Edhy Prabowo turun dari pesawat di Bandara Soekarno-Hatta yang mengantarkannya dari Jepang. Sebelumnya Edhy Prabowo dan rombongannya melakukan kunjungan ke Hawaii, Amerika Serikat (AS) lalu pulang ke Indonesia dengan transit dulu di Jepang.

Baca Juga :  Mau Ganti Nama, Ikutilah Tata Cara Yang Benar

Kegiatan ini dilakukan oleh tim KPK atas penugasan resmi dengan menurunkan lebih tiga kasatgas, baik penyelidikan dan penyidikan. Termasuk juga dari JPU yang ikut dalam kegiatan dimaksud.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, dalam keterangannya kepada wartawan meminta maaf kepada masyarakat karena terjerat kasus dugaan korupsi terkait izin ekspor benih lobster.

Edhy menyebut kasus yang menjeratnya itu sebagai sebuah kecelakaan dan akan bertanggung jawab atas kasus yang menjeratnya.

“Saya bertanggung jawab terhadap ini semua, saya tidak lari dan saya akan beberkan apa yang saya lakukan,” ujar Edhy.

“Saya juga mohon maaf kepada seluruh masyarakat, seolah-olah saya pencitraan di depan umum, itu tidak, itu semangat. Ini adalah kecelakaan yang terjadi,” kata Edhy di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/11/2020).

(*/ams)

Bagikan :