oleh

Dies Natalis, Kader GMNI Gelar Refleksi Kebangsaan

Tanpa  terasa usia GMNI telah mencapai ke 63 Tahun. Sebuah perjalanan panjang dari organisasi mahasiswa satu-satunya yang bernafaskan marhaenisme dan setia terhadap ajaran-ajaran Bung Karno. Dalam peringatan Dies Natalis  GMNI ke-63 ini. GMNI Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan tasyakuran di Sekretariat Wisma Merah Putih Gang Depo yang dihadiri oleh seluruh kader GMNI Bojonegoro, Alumni GMNI serta beberapa kaum nasionalis dan sesepuh nasionalis di Bojonegoro.

Kegiatan dies natalis kali ini bertema “Dengan Satu Nasib Gotong Royong Mari Memadukan Langkah Demi Memajukan GMNI Bojonegoro kedepan”. Dalam sambutan Ketua DPC GMNI menghimbau kepada seluruh kadernya untuk meningkatkan kapasitas diri dan organisasi.  Perkembangan sosial politik nasional saat ini, begitu diwarnai oleh bursa politik, kecendrungan masyarakat untuk pragmatis, ancaman disintegrasi bangsa, semangat etnosentris dan kedaerahan merupakan kondisi yang tidak mungkin diingkari. Oleh karenanya pemahaman yang mendalam tentang idiologi marhanisme menjadi penting, pemahaman yang dimaksudkan adalah penguasaan secara konseptual dan pengalaman praktikal melalui evaluasi yang terus menerus “aksi – refleksi – aksi” yang lebih kita kenal dengan “pejuang pemikir – pemikir pejuang.

Adapun Mas Ikhwan A selaku perwakilan dari Alumni GMNI juga menyampaikan betapa pentingnya pemahaman ideologi marhaenisme sebagai dasar perjuangan dalam pergerakan GMNI mengingat dewasa ini banyak pihak yang ingin menghancurkan GMNI karena dianggap mengancam eksistensi kaum neolib di tanah air. Beliau juga menceritakan perjuangan para senior pada waktu ber-GMNI pada masa Orde baru.

Hal yang senada juga disampaikan oleh sesepuh Nasionalis Mbah Barno, “Penderitaan-penderitaan perjuangan yang dialami para senior lebih ekstrim karena GMNI pada masa itu dianggap organisasi terlarang oleh pemerintah sehingga selalu diawasi kegiatannya”.

Setelah penutupan kegiatan dies natalis, langsung disambung dengan kegiatan Refleksi bersama Kader-kader GMNI. Yang merefleksikan perjalanan panjang organisasi, dengan tetap berdialektika terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Dan sebagai organisasi mahasiswa tentunya kekritisan, intelektualitas, profesionalisme yang diikuti semangat kebangsaan akan terus kita kembangkan dengan terus melakukan upaya peningkatan kualitatif dan kuantitatif terhadap kader-kader GMNI sebagai kader bangsa. (red)

Bagikan :