oleh

Cegah Bencana Banjir Bandang Perhutani dan Kodim Tuban Tanam 1 Juta Pohon Balsa

-GOODNEWS-127 views

TUBAN. Netpitu.com – Mencegah terjadinya bencana alam, seperti banjir bandang, longsor, dan global warming, Perhutani Kesatuan Pemangkuan HUtan (KPH) Parengan bersama Kodim 0811 Tuban, melakukan reboisasi di hutan petak 12 B Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Guwoterus, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Mulyoagung, Jum’at (27/11/2020).

Desa Guwo, Kecamatan Montong, Tuban, ini merupakan wilatah desa hutan yang kerap diterjang banjir bandang apabila terjadi hujan deras. Wilayah desa yang berbukit dan berbatu menjadikan sebagian kawasan hutan di Desa Guwo terus gersang.

Bebrapa jenis tanaman seperti tanaman kayu sengondan kayu balsa dipilih sebagai tanaman penyangga kawasan hutan.

Sekitar 150 orang turut hafir dalam kegiatan reboisasi ini. Diantaranya, Administratur KPH Parengan beserta kru Manajeman, Asper BKPH Mulyoagung dan Montong, jajaran Kodim 0811 Tuban yang dipimpin langsung oleh Dandim Tuban, Letkol.Inf. Viliala Ramadhon.

Selain itu, Kapolres Tuban, AKBP Rukuh Wicaksono, Kapala Pengadilan Negeri Tuban, Fathul Mujib Pemkab di wakili oleh Kepala Dinas Badan Penangulangan Bencana Alam Daerah ( BPBD) Yuniar Irwanto Saka Wana Bahakti KPH Parengan , Saka Wira Kartika Kodim 0811 Tuban, Lembaga Masayarkat Desa ( LMDH) Sido Makmur desa Sidonganti Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, juga turut hadir dalam kegiaran reboisasi ini.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Lakukan Operasi Yustisi Kepatuhan Protokol Kesehatan

Administratur KPH Parengan, Setyo Salindra Putri mengatakan menyambut gembira dengan adanya inisiasi dari Kodim 0811 Tuban untuk bekerjasama menanam di lahan hutan.

“Karena apa?. Seperti yang diketahui lokasi ini khususnya di lokasi Guwa Terus, Sidonganti ini, kita bisa menanam tapi untuk menjadi hutan itu yang sulit,” ujar Setyo Salindra Putri.

Ia berharap dengan adanya kerjasama dengan Kodim 0811 Tuban ini, tanaman bisa jadi. Karena biasanya masih dalam usia pertumbuhan tanaman, pasti dimatikan atau ditebangi untuk dijafikan lahan pertanian.

“Saya berharap lokasi ini bisa jadi hutan sehingga keseimbangan alam bisa terjaga dan untuk luas lahan yang kita kerjasamakan dengan Kodim seluas sekitar 53,9 ha,” papar Setyo Salindra Putri.

Selanjutnya, kata Salindri, wilayah kawasan hutan BKPH Malo, Montong dan Singgahan yang akan dikerjasamakan ini setiap tahun luasannya akan ditambah.
Dengan harapan jenis tanaman yang daur hidupnya pendek dengan istilah kehutanan (FGS) itu bisa lebih jadi, dan bisa dipanen dalam waktu dekat.

Baca Juga :  LPM Tulungagung Lounching Agro Wisata Sayur Mayur Desa Winong

“Sehingga masyarakat dapat mendapat manfaatnya dalam waktu yang lebih dekat.” kata Adm. KPH Parengan, Setyo Salindra Putri.

Sementara itu, Dandim 0811 Tuban, Letnan Kolonel Inf. Viliala Ramadhon mengatatakan bahwa pihaknya sudah sering melibatkan diri dalam reboisasi di banyak tempat pada saat dirinya bertugas, dan diantaranya sudah ada panen.

Dikatakan Dandim Tuban, kegiatan hari ini hanya bersifat protokoler atau simbolis. Sebelumnya mereka sudah melakukan uji coba.

“Jadi ini adalah jenis pohon yang berbeda, terutama tanaman ini adalah jenisnya Balsa. Tanaman ini secara spesifik belum pernah ditanam di daerah Tuban. Dengan ketinggian berbeda, struktur tanah yang berbeda” papar Letnan Kolonel Inf. Viliala Ramadhon.

Sejak 6 bulan lalu, Kodim bersama jajarannya telah menanam 8000 bibit yang di tanam saat musim kemarau. Dan di masa tersulit ternyata 400 bibit masih ada bibityang bertahan hidup dan hasilnya pun cukup baik .

Menurut Dandim Tuban ini, tanaman Balsa tidak hanya cocok tumbuh di daerah dataran tinggi atau gunung saja yang memiliki cuaca lebih dingin. Namun ternyata disini cocok juga.

Baca Juga :  LPK Rajekwesi Selesaikan 68 Pengaduan Konsumen, Terbanyak Penundaan Pembayaran Angsuran Dampak Covid 19

Oleh karena itu, kami sudah kembangkan kerjasama dengan Perhutani kurang lebih sudah ada yang masa tanam. Total dari 3 daerah yang dikerjasamakan dengan Perhutani ada sekitar 121 ha lahan. Dengan jumlah bibit yang sudah ditanam sekitar 45.000 bibit pohon Balsa 90 persen dan sisanya 10 persen merupakan tanaman kayu sengon.

Mengingat percepatan pembangunan industry di Kabupaten Tuban sangat tinggi dan diikuti juga dengan kebutuhan SDA bagi industri Tuban cukup tinggi pula. Di sisi lain harus ada yang menjaga keseimbangan sumber daya alam .

Apalagi di Tuban ini, sudah sulit mencari daerah-daerah air dikarenakan banyak daerah hijau sebagai penyedia sumber air sudah tidak ada lagi.

“Oleh karena itu apa yang kita tanam hari ini, dimaksudkan dapat segera mengembalikan keseimbangan alam yang ada di Kabupaten Tuban.” Ujarnya..

(Ags).

Bagikan :