oleh

Ngempet Tidak Dijatah Anak Di Bawah Umur Dicabuli 8 Kali

-HUKUM-101 views

TUBAN. Netpitu.com – Ahmad Arifin (34) harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya, dia tega mencabuli bunga (nama samaran, red) gadis berusia dibawah umur sebanyak delapan kali sejak November 2019 hingga Maret 2020.

Bunga yang masih berusia 14 tahun itu merupakan anak tiri dari istri ketiga pelaku. Dimana, perbuatan bejat itu dilakukan lantaran istrinya selalu menolak ketika diajak hubung badan oleh pelaku hingga akhirnya dilampiaskan ke anak tirinya.

“Istri saya selalu menolak ketika saya ajak berhubungan badan,” kata pelaku ketika berada di Mapolres Tuban, Senin, (29/06/2020).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku membujuk korban akan membiayai sekolah hingga ke perguruan tinggi atau kuliah. Hingga akhirnya, korban mau menjadi budak nafsu dari bapak bejat tersebut.

Baca Juga :  Sidang Ditunda, Penggugat Ajukan Sita Aset PT. ADS

“Perbuatan pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan pelaku terhadap anak dibawah umur ini dilakukan sebanyak delapan kali,” ungkap Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono dalam jumpa pers di Mapolres setempat.

Selian itu juga, pelaku mengaku juga melakukan modusnya dengan merayu korban dengan cara memberikan kado ulang tahun yang terjadi pada tanggal 4 Januari 2020.

Setelah itu juga memberikan uang Rp 50 ribu terhadap korban untuk kembali diajak hubungan badan layaknya suami istri.

“Korban sempat diancam pelaku agar tidak bercerita kepada keluarganya,” ucap lagi, AKBP Ruruh panggilan akrab Kapolres Tuban.

Korban akhirnya mau menceritakan perbuatan ayah tiri tersebut kepada ibunya.

Mendengar cerita korban ke ibunya, tidak terima, akhirnya keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak petugas yang berwajib hingga dilakukan penangkapan.

Baca Juga :  Perjuangkan Hak Rakyat, Mantan Ketua DPRD Bojonegoro Ajukan Gugatan Intervensi Kerjasama PI

“Pelaku telah ditahan dengan sejumlah barang bukti,” terang perwira jebolan Akpol angkatan 2000 asal Kota Ngawi.

Hasil pemeriksaan petugas Polres Tuban, AKBP Ruruh menjelaskan ke media ini, terungkap bahwa pelaku ternyata sudah tiga kali menikah.

Dimana, istri pertama merupakan wanita asal Kabupaten Lamongan dan sudah cerai pada tahun 2012 silam.

“Pernikahan dengan istri pertama tidak dikaruniai anak. Hingga cerai karena tidak ada kecocokan dari keduanya,” ungkap AKBP Ruruh didampingi Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Yoan Septi Hendri.

Setalah itu, pelaku kembali meningkah lagi dengan istri kedua asal Kabupaten Tuban.

Baca Juga :  Penggugat PI Tolak Draft Perdamaian PT. SER dan PT. ADS

“Pernikahan kedua dikarunia satu anak laki-laki yang saat ini berusia 6 tahun, tetapi tak bertahan lama dan berakhir cerai pada 2014 silam,” tandas Ruruh.

Pasca cerai kedua, pelaku kembali menikah ke tiga kalinya dengan seorang janda yang memiliki tiga anak.

Kemudian, kembali bercerai pada Januari 2020. Meskipun sudah cerai, pelaku masih tega mencabuli anak janda tersebut.

“Setelah cerai, pelaku ternyata masih tega menyetubuhi (red. Anak tiri) korban,” pungkasnya.

(met)

Bagikan :