oleh

Mantan Ketua DPRD Ingatkan Pemkab Agar Tak Hadiri Undangan RUPS PT. SER Di Luar Bojonegoro

BOJONEGORO. Netpitu.com – Mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Bojonegoro, periode 1999 – 2004, Anwar Sholeh, mengingatkan kepada pejabat Pemkab Bojonegoro untuk tidak menghadiri undangan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Asri Dharma Sejahtera PT. ADS) yang diinisiasi PT. Surya Energi Raya ( PT. SER ), pada 3 Agustus 2020, di Surabaya atau di Jakarta.

Himbauan Anwar Sholeh tersebut didasarkan pada Pasal 14 ayat (1) Perda Pembentukan Perseroan PT. Asri Dharma Raya, Nomer 8 tahun 2002 sebagimana telah diubah dengan Peraturan daerah Nomor 4 tahun 2009 tentang perubahan Peraturan daerah Nomor 8 tahun 2002 tentang pembentukan perseroan PT. Asri Dharma Sejahtera, yang menyebutkan RUPS diadakan di tempat kedudukan Perseroan Daerah.

“Sesuai ketentuan Perda RUPS harus diadakan di Bojonegoro. Itu final dan apapun dalih PT. SER, tolak. Karena PT. SER harus tunduk dengan peraturan daerah Bojonegoro,” ujar Anwar Sholeh, yang mengaku prihatin dengan konflik bisnis pengelolaan Particypating of Interest (PI) ini.

Baca Juga :  Laporan Kasus Dugaan Korupsi Kerjasama PI Blok Cepu Pemkab Bojonegoro dan PT. SER Resmi Diterima KPK

Mantan anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan itu juga meminta agar Pemkab Bojonegoro melakukan renegosiasi bagi hasil kerjasama PI dengan PT. SER, bahkan jika memungkinkan membatalkan perjanjian kerjasama.

“Apalagi pada tahun – tahun ini dan berikutnya sudah tidak ada lagi modal yang harus dikeluarkan oleh PT. SER, sehingga praktis hanya menikmati keuntungan semata,” kata Anwar.

“Pemkab jangan mau dikendalikan oleh PT. SER. Yang punya kuasa dari Pemerintah RI itu Pemkab Bojonegoro bukan PT. SER. Sebagai mitra bisnis Pemkab harusnya menghormati Pemkab Bojonegoro sebagai pemilik hak PI blok Cepu bukannya malah melecehkan seperti sekarang ini,” tegas Anwar Sholeh, kepada netipitu.com, di rumahnya, Rabu, (29/07/2020).

Konflik bisnis kerjasama PI ini, dengan sengaja atau tidak telah diangkat oleh pihak PT. SER ke publik melalui pemberitaan maupun opini di media. Sehingga publik menjadi tahu persoalan apa yang tengah terjadi antara puhak PT. SER dan Pemkab Bojonegoro.

Baca Juga :  Penggugat Kerjasama PI Blok Cepu Tak Kaget Saat Gugatan Diputus Tidak Bisa Diterima

Meski persoalan itu telah diafukan ke Polda Jatim dan dibeber oleh kuasa hukum PT. SER dengan gamblang. Namun masyarakat Bojonegoro bukanyya simpati terhadap PT. SER, tetapi malah sebaliknya rakyat Bojonegoro inginkan PT. SER hengkang dari Bojonegoro.

Karena PT. SER dianggap telah mencundangi hak rakyat Bojonegoro dalam penyertaan modal PI blok Cepu. Dengan memanfaatkan koleganya di partai Golkar waktu. Hal terbukti adanya pelanggaran dalam penetapan dan persetujuan PT. SER sebagai mitra bisnis PT. ADS dalam penyertaan modal PI.

Menurut Anwar, jika sebelumnya proses kerjasama antara Pemkab Bojonegoro dan PT. SER tersebut dilkakukan dengan cara transparan dan mentaati ketentuan peraturan yang ada, maka tidak akan timbul masalah seperti sekarang.

Sebagai anggota wakil rakyat pada 1999 – 2004 yang memperjuangkan hak pengelolaan migas oleh daerah dari pemerintah pusat. Ia merasa punya beban tanggung jawab untuk meluruskan tujuan diberikannya hak penyertaan modal ( Particypating of Interest ) oleh Pemerintah pusat kepada daerah penghasil Migas.

Baca Juga :  Divisi Hukum KPK : Kasus PI, Bukan Lagi Perkara Perdata Tapi Sudah Ranah Hukum Pidana

Ditegaskan Anwar, tujuan pemerintah waktu meminta diberikan hak penyertaan modal di blok Cepu agar rakyat Bojonegoro tidak hanya menjadi penonton dalam industri Migas di Bojonegoro. Tetapi bisa terlibat langsung dalam usaha bisnis di industri Migas, dengan turut memiliki saham melalui perusahaan milik daerah ( PT. ADS, red ). Dengan demikian kesejahteraan ekonomi dapat dirasakan oleh semua rakyat Bojonegoro.

“Memang sangat disayangkan ketika harapan itu telah terwujud, eee…. malah dibegal di tengah jalan oleh pihak swasta ( PT. SER ). Ini kan menyakitkan, dan rakyat harus merebutnya kembali,” tandas Anwar Sholeh, berapi-api.

(ro)

Bagikan :