oleh

Aliansi LSM Bojonegoro Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Sugihwaras Ke Kejaksaan

-HUKUM-589 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Gempur dan Lira Bojonegoro, menduga adanya penyimpangan penggunaan anggaran Dana Desa sekitar Rp. 250 juta, yang dialokasikan untuk pembangunan kantor Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.

Ketua LSM Gempur, Gusmad, kepada netpitu.com, mengatakan dari informasi yang diterimanya, pada tahun anggaran 2019 Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Kab. Bojonegoro, menganggarkan pembangunan kantor Desa Sugihwaras, dengan nilai anggaran Rp. 250 juta.

Dari anggaran sebesar itu telah dilaksanakan pembangunan kantor Desa, namun hingga September 2020 ini kondisi bangunan baru dilaksanakan sekitar 60 persen. Sehingga bangunan kantor desa yang direncanakan belum bisa dimanfaatkan.

Baca Juga :  Perkara Gugatan Citizen Lawsuit Kerjasama PI Blok Cepu Blunder di Syarat Formil

Ketika pihaknya ( LSM Gempur bersama Lira ) menanyakan perihal mangkraknya bangunan kantor desa tersebut kepada kepala desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, Supandi, diperoleh keterangan bahwa belum selesainya kantor desa Sugihwaras karena adanya Pandemi Corona dan menunggu kokohnya tanah yang dipergunakan kantor.

Padahal seperti diketahui, Pandemi Corona di Indonesia terjadi pada sekitaran bulan Februari-Maret 2020. Sedangkan pelaksanaan pembangunan kantor desa dikerjakan pada tahun anggaran 2019. Sehingga jawaban Kades Supandi, tidak masuk akal dan mengada-ada.

Alasan menunggu tanah kokoh, menurut Gusmad, juga tidak rasional. Lantaran lokasi bangunan proyek kantor desa telah diuruk dan dipadatkan. Sehingga tidak jawaban Kades Supandi, bertentangan dengan fakta lapangan.

Baca Juga :  Divisi Hukum KPK : Kasus PI, Bukan Lagi Perkara Perdata Tapi Sudah Ranah Hukum Pidana

“Jika diperhitungkan nilai fisik bangunan kantor desa yang ada hanya sekitar Rp. 150 juta. Berarti Rp. 100 sisanya belum dipertanggungjawabkan dalam wujud bangunan,” papar Gusmad, Rabu, (30/09/2020).

Perihal dugaan penyimpangan pemanfaatan Dana Desa Sugihwaras, Kec. Ngraho, Bojonegoro ini, menurut bupati Lira Bojonegoro, Sunyoto, nampak jelas terpampang di mata.

Apalagi jawaban kepala desa yang terkesan berkelit dan tidak menunjukkan itikad baik dalam penyelenggaraan transparansi anggaran kepada publik.

“Presiden kan sudah menekankan adanya transparansi penggunaan anggaran Dana Desa. Bahkan dalam ketentuannya anggaran kegiatan pemanfaatan Dana Desa harus dipampang di depan kantor desa. Tapi sayang, saat ditanya berapa nilai anggaran untuk pembangunan kantor desa Sugihwaras, Kades tidak menjawab berapa nilainya,” papar bupati Lira Bojonegoro, Sunyoto.

Baca Juga :  KPK Hadiri Sidang Gugatan PMH Kerjasama PT. SER dan Pemkab Bojonegoro

Untuk pengungkapan kasus dugaan penyimpangan Dana Desa ini LSM Gempur dan Lira Bojonegoro telah membuat laporan ke Kejaksaan negeri Bojonegoro, untuk dilakukan pengusutan.lebih lanjut.

(ro)

Bagikan :