oleh

Belum Ada Tanaman Pengganti, Penebangan Pohon di 5 Titik Jalan Dalam Kota Bojonegoro Dipertanyakan

-PERISTIWA-322 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Penebangan pohon di 5 ( lima ) titik jalan Kabupaten di dalam kota Bojonegoro dipertanyakan. Lantaran penebangan pohon yang telah berusia lebih dari 40 tahun itu tidak dibarengi dengan penanaman pohon pengganti.

Akibatnya jalan dalam kota kabupaten Bojonegoro menjadi panas tanpa ada kerindangan pohon yang selama ini tampak teduh memayungi sepanjang jalan protokol tersebut.

Seperti dikeluhkan Sutrisno (45) warga Kauman, Bojonegoro, sejak ditebangi pohon-pihon itu, kini sepanjang jalan dalam kota menjadi panas.

Menurutnya, seharusnya Pemkab Bojonegoro, sudah mempersiapkan pohon penggantinya yang telah ditanam dan dalam kondisi hidup. Sebelum dilakukan penebangan terhadap pohon-pohon besar yang dianggap mengganggu saluran air dan pembangunan trotoar di sepanjang jalan kota Bojonegoro.

Saat hal tersebut dikonfirmasikan kepada Kepala Seksi ( Kasi ) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Marfuah, menjelaskan bahwa pertimbangan ditebangnya pohon di sepanjang jalan protokol Kabupaten itu, pertama untuk menormalisasi saluran, kedua kondisi pohon sudah berusia tua , dan ketiga agar bangunannya biar maksimal.

Baca Juga :  Warga Ngampel Tuntut Ganti Rugi dan Kompensasi Bau Busuk Pengeboran Sumur Minyak Pertamina

” Akarnya itu lho banyak yang mengganggu. Akar yang mengganggu nanti akan diangkat biar pembangunan ( saluran dan trotoar ) hasilnya maksimal,” jelas Marfuah, kepada netpitu.com, Senin, (31/08/2020).

Dikatakan Marfuah ada 5 titik lokasi jalan yang sekarang ini tengah dilakukan penebangan pohon. Diantaranya, jalan Gajah mada, jalan Diponegoro, jalan Untung Suropati, jalan Kartini, dan jalan Panglima Sudirman.

Soal surat ijin penebangan itu, dikatakan Marfuah sudah ada. Hanya saja, surat tersebut ada di Dinas PU Cipta Karya.

Baca Juga :  Hadapi Kemarau, BPBD Bojonegoro Siapkan 1000 Tangki Air Bersih
Penebangan pohon di jalan Hasyim Asy’ari, Bojonegoro.

Jika penebangan pohan tersebut hanya dilakukan di 5 titik jalan seperti dikatakan Marfuah. Lantas bagaimana dengan pelaksanaan penebangan pohon yang tengah dilakukan di jalan Hasyim Asy’ari, seperti tampak dalam foto berita diatas ?.

Sudahkan penebangan pohon di jalan Hasyim Asy’ari tersebut sesuai rencana, atau justru sebaliknya illegal ?. Pertanyaan ini perlu konfirmasi lebih lanjut dari pejabat terkait,

Sementara itu menurut Kabid Sarana dan Prasarana Umum, Dinas PU Cipta Karya, Hary Prasetyo, terkait penebangan beberapa pohon di tepi jalan raya, sudah ada surat pengajuan penebangan kepada bupati Bojonegoro. Bahkan pihak dinas PU Ciota Karya juga sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Kita tidak mau muncul masalah di kemudian hari. Begitu selesai ditebang pohon itu kita ganti dengan pohon baru. Dengan jarak tanam 3 meter, begitu juga terkait pekerjaan trotoarnya,” papar Hari Prasetyo.

Baca Juga :  Warga Ngampel Tuntut Ganti Rugi dan Kompensasi Bau Busuk Pengeboran Sumur Minyak Pertamina

Namun demikian dalam pelaksanaan penebangan ini, setelah pohon ditebang dan dibersihkan dari lokasi trotoar. Hingga sekarang ini belum terlihat adanya pohon pengganti. Sebagaimana diungkapkan oleh Kabid Sarana dan Prasaran Umum, Dinas PU Cipta Karya.

Sebelumnya dikatakan oleh Kasi Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Bojonegoro, Marfuah, bahwa nantinya akan ditanam pohon Tabebuya sebagai pengganti pohon yang telah ditebang.

(yon)

Bagikan :