oleh

Barack Obama Sebut Jokowi Pemimpin Yang Tenang dan Berintegritas

JAKARTA. Netpitu.com – Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Husein Obama, memiliki kesan mendalam terhadap sosok pribadi Presiden Indonesia Joko Widodo. Menurut Obama Jokowi sebagai sosok pemimpin yang tenang dan pemimpin yang berintegritas.

Meski baru kali kedua Obama bertemu dengan Jokowi namun Obama mengaku mengenal dengan baik Presiden Indonesia ke 7 ini. Sebelumnya keduanya pernah bertemu dan bekerja sama saat masing-masing masih menjadi kepala negara. Pada Oktober 2015, Presiden Jokowi menemui Obama di Gedung Putih, AS.

“Kemarin saya bertemu Presiden,” kata Obama, mengawali cerita pertemuannya saat berpidato dalam Kongres Diaspora, di Mal Kota Kasablanka, Jaksel, Sabtu (1/7/2017).

Obama mengaku pertemuannya dengan Jokowi cukup hangat. Obama menyebut Jokowi sebagai sosok yang tenang sebagai pemimpin. Jokowi juga disebut sebagai pemimpin yang berintegritas.

“Saya selalu melihat Jokowi tenang. Dia juga berintegritas,” tutur Obama.

“Sejak kami bekerja bersama, saya selalu melihat pribadi yang tenang, penuh integritas, seseorang dengan disiplin yang tinggi,” ujar Obama .

Kata-kata Obama tersebut mendapat sambutan meriah dari para hadirin yang sebagian besar adalah diaspora. Para hadirin bertepuk tangan saat Obama mengutarakan pendapatnya mengenai orang nomor satu di Indonesia itu.

Obama juga memuji kepemimpinan Jokowi selama lebih kurang tiga tahun terakhir. Obama memuji pembangunan ekonomi, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang dilakukan Jokowi.

“Saya bilang ke Presiden Jokowi, negara Asia yang akan saya kunjungi pertama kali setelah tidak lagi menjabat Presiden adalah Indonesia. Itu karena saya percaya dengan masa depan negeri ini,” kata Obama.

Sementara itu, dihadapan 4000 peserta Kongres Diaspora ke- 4 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (1/7/2017), Obama berbicara soal perkembangan dunia dan isu politik sektarian (politik identitas). Menurut Obama, politik sektarian membuat kaum minoritas semakin dibenci.

“Kita mencari keamanan di tempat yang salah. Politik sektarian meningkatkan kebencian kepada kaum minoritas dan perlakuan buruk kepada mereka yang tak serupa dengan kita. Rasisme,” kata Obama.

Obama mengajak semua orang menyingkirkan paradigma tersebut. “Kita melawan tren tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan cara terbaik melawan tren tersebut adalah menghilangkan rasa takut dalam diri sendiri terlebih dahulu. Semua harus bangkit melawan ketidakadilan.

“Berpikir jernih dan bertindak lebih kuat dari sebelumnya,” ucap Obama.

Lebih lanjut, dia mengatakan ancaman politik identitas dan rasisme tak seberbahaya Perang Dunia. Ancaman itu masih dapat dilawan.

“Tapi kita masih punya pekerjaan untuk dilakukan. Hapuskan ketakutan dengan harapan,” kata Obama.

(Red/As)