Dua Polisi Anggota Brimob Ditusuk Saat Sholat

- Team

Sabtu, 1 Juli 2017 - 02:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Netpitu.com – Insiden penusukan anggota polisi kembali terjadi, kali ini korbannya Ajun Komisaris Polisi Dede Suhatmi dan Briptu M Syaiful Bakhtiar, anggota Brimob Satuan III yang secara tiba-tiba ditusuk dengan pisau oleh orang tak dikenal usai melaksanakan Salat Isya di Masjid sebelah Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/6).

Pelaku penusukan yang saat juga melaksanakan shloat Isya’ di Mushola yang sama sempat meneriakkan ‘Thogut’ sebelum menusuk anggota Brimob yang beradaa di sampnignya tersebut menggunakan pisau sangkur merek Cobra.

Setelah melakukan penusukan  pelaku mengancam semua jemaah yang sedang salat dengan mengacungkan pisau sambil meneriakkan Thogut. Kemudian pelaku penusukan melarikan diri ke arah terminal Blok M, sambil mengancam dan menantang kelompok anggota Brimob yang bertugas jaga.

Anggota Brimob sempat memberikan tembakan peringatan ke pelaku. Namun pelaku berbalik arah menantang dengan meneriakkan ‘Allahu Akbar’ sambil mengacungkan pisau. Lalu anggota brimob melumpuhkan pelaku dan tewas di tempat.

Sementara dua anggota polisi yang menjadi korban penusukkan langsung dilarikan ke Rumah sakit Pertamina, Jakarta.

Terpisah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M Iriawan menyatakan dua anggota Brimob yang menjadi korban penusukan di Masjid Falatehan, Trunojoyo, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat malam (30/6), dalam kondisi stabil dan sadar. Saat ini, kedua korban masih mendapatkan perawatan di RS Kramat Jati setelah dibawa dari RS Pusat Pertamina.

“Anggota Brimob kondisinya stabil. Sekarang ini anggota sedang di RS Kramat Jati, sudah dipindahkan dari RS Pusat Pertamina karena penanganan RS Kramat Jati juga sudah luar biasa canggih dan bagus. Stabil artinya sadar,” ujarnya, mengutip ANTARA, Jumat malam (30/6).

Baca Juga :  Pinjam Uang Dengan Jaminan Sertifikat Palsu, Ny. NH Ditahan Polisi

“Yang jelas sudah ditangani penanganan pertama, (korban) sadar bisa bicara. Saya bisa bicara sama dia, dia hafal betul apa yang terjadi lain sebagainya,” tutur dia.

Terkait tindakan tegas kepolisian yang menembak pelaku, ia menjelaskan, dilakukan terpaksa karena pelaku yang lari keluar masjid dapat membahayakan masyarakat sekitar dan anggota kepolisian.

“Setelah dilakukan pengejaran, supaya (pelaku) berhenti, malah balik menyerang anggota kami, anggota Brimob, terpaksa kami lakukan pelumpuhan,” terang Iriawan. Toh, sebelumnya pihaknya telah memberikan tembakan peringatan, tetapi tidak diindahkan pelaku.

“Peringatan juga tidak digubris malah akan menyerang kembali, Kami tembak meninggal dunia. Sekarang sedang didalami oleh tim gabungan dari Densus, Polda Metro, semuanya untuk mengungkap identitas (pelaku) bersangkutan,” ucapnya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Inspektorat, Kok Belum Ada Tersangka

Iriawan juga mengakui, pihaknya menemukan KTP, namun masih perlu dilakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pelaku.

Temuan KTP terduga pelaku yang menyerang dua anggota Brimob itu bernama Mulyadi (28 tahun) tercatat sebagai mahasiswa, warga Pagaulan RT012 RW 005 Kelurahan Desa Suka Resmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

“Belum pasti sama yang ada di badannya dengan identitas yang bersangkutan. Sementara, kami identifikasi, kami perlu dalami, kami perlu cek alamat yang bersangkutan,” tegas dia.

Iriawan menyebut, pihaknya menyayangkan kejadian penyerangan terhadap anggota kepolisian. Apalagi, penyerangan terjadi di dalam masjid saat korban menunaikan salat.

Ia menerangkan, pelaku ikut salat bersama dua anggota Brimob yang menjadi korban penusukan. Penusukan terjadi usai salat isya sekitar pukul 19.40 WIB.

(Red/As)

Berita Terkait

Kejaksaan Bojonegoro Tahan 4 Kades Tersangka Korupsi BKKD Nek Kecamatan Padangan
Dugaan Korupsi Praoto Siaga, Kejaksaan Bojonegoro Ijek Mumet Goleki Tersangka Utama
Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD
Putusan Banding PT Tipikor Surabaya Bebaskan Shodikin Dari Dakwaan Primair JPU
Jual Proyek Fiktif Kades Kanten Dilaporkan Ke Polisi
Anwar Sholeh Serahkan Bukti Tambahan Kasus Dugaan Pemalsuan Data Otentik

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru