oleh

Berdayakan Ekonomi Umat MUI Kerja Sama Dengan Perusahaan Garap Lahan Perhutani

BOJONEGORO.Netpitu.com – Sebagai tindak lanjut Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI, pemerintah akan melaksanakan program Redistribusi Aset, Kemitraan Usaha dan Vocational.

Dalam rangka mendukung program tersebut, MUI Pusat, Perum Perhutani, PT. Garuda Food, LMDH, dan Kelompok Tani melakukan Tanam Raya Perdana Kacang Tanah dan Jagung guna mewujudkan arus baru ekonomi Indonesia di Desa Dander, Kecamatan Dander, Kab. Bojonegoro, selasa (31/10).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum MUI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin ini, juga dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan RI, Perwakilan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Perwakilan Garuda Food, OPD terkait serta Kepala Desa dan Kelompok Tani yang ada di wilayah Kecamatan Dander.

Dalam kegiatan tanam raya perdana kacang tanah dan jagung ini, dilaksanakan pula penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama antara MUI dengan Perum Perhutani, serta MoU dan Perjanjian Kerja Sama  antara MUI dengan PT. Garuda Food Putra Putri Jaya.

Kepala Dinas Perdagangan Kab. Bojonegoro, Drs. Basuki, M.Pdi dalam sambutannya menyampaikan lahan hutan di Bojonegoro  tidak hanya ditanami pohon jati saja, tetapi bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain seperti jagung dan kacang tanah.  Diharapkan dengan kerjasama yang akan dibuat ini, petani bisa menjaga dan memenuhi kualitas yang ditetapkan oleh mitra, sehingga bisa menguntungkan kedua belah pihak.

“Selamat kepada para petani, semoga kerjasama ini bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat bojonegoro. Selama ini kendala yang dialami para petani adalah penjualan produknya. Dengan adanya kerjasama dengan mitra ini, diharapkan petani tidak lagi bingung dalam penjualan, karena pada komoditi jagung, nantinya mitra akan mematok harga minimal Rp. 3.800/kg, dan harga tersebut nantinya tetap menyesuaikan harga pasar” kata Drs. Kuswiyanto, M.Si, Anggota DPR RI Komisi VIII.

“Amanah pemerintah pada perum perhutani, yakni bagaimana perhutani bisa membantu meningkatkan perekonomian Indonesia melalui 4 komoditi, yakni Padi, Jagung, Tebu, dan Pengadaan Daging. Sehingga kedepannya kita akan komunikasikan dengan baik, dan kami akan menindaklanjuti apa yang akan dilaksanakan hari ini.” Kata Ir. Sangudi Muhammad, MM, Kepala Perhutani Regional Jawa Timur.

“Budidaya penanaman kacang tanah dan jagung merupakan arus baru ekonomi umat. Hal ini merupakan mimpi bersama yang bisa diwujudkan bersama. Kebutuhan kami untuk bahan baku kacang kulit dan kacang atom sebesar 16 ribu s/d 30 ribu Ha, sedangkan selama ini sebagian besar kebutuhan masih di pasok dari luar negeri. Kami harapkan dengan kerjasama ini, semua kebutuhan bahan baku bisa dipenuhi dari Bojonegoro. Selain itu, terdapat 4 syarat kemitraan berkesinambungan, yakni 1. Sama-sama membutuhkan, 2. Sama-sama saling menguatkan, 3. Saling percaya, 4. Saling menguntungkan.” Tutur Chairman Garuda Food, Sudhamek AWS.

Kepala Staf Kepresidenan RI, Drs. Teten Masduki dalam sambutannya meyampaikan ada 3 hal yang dilakukan untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia yakni pertama memberi akses pada lahan, kedua memberi akses pada permodalan, dan yang ketiga membangun sumber daya manusia dengan vokasi.

Dengan adanya kemitraan ini diharapkan bisa menyelesaikan kesenjangan. Dimana masyarakat mendapat lahan, industri mendapat bahan baku, dan masyarakat mendapat lapangan pekerjaan. Diharapkan para petani menyambut dengan baik kemitaan ini, sehingga nanti tidak bingung dalam menjual hasil pertaniannya.

“Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya karena diadakan kegiatan tanam perdana ini dalam rangka arus baru ekonomi Indonesia. Arus baru yaitu pembagunan ekonomi dengan pemberdayaan ekonomi umat, karena 90% dari bangsa ini adalah umat. Jika umat kuat maka bangsa ini akan menjadi kuat. Ada 2 program yang dikemukakan oleh Presiden RI, yakni redistribusi aset dan kemitraan. Oleh karena itu diharapkan program ini bisa mengatasi kesenjangan.” Kata Ketua Umum MUI, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin.

(Dan)