Soal Undang Orang Tua Siswa dan Minta Sumbangan Kepsek SMPN 1 Temayang Mengaku Salah

BERITA269 views

BOJONEGORO.Netpitu.com – Soal pungutan uang sumbangan untuk mushola SMP Negeri 1 Temayang, Bojonegoro, Kepala Sekolah SMPN 1 Temayang, Ufar Ismail, buka suara.

Kepsek SMPN 1 Temayang, Ufar Ismail, mengakui ada pungutan uang sumbangan yang dilakukan oleh pihak sekolah. Namun pihak sekolah sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak komite sekolah.

” Bukan pungutan, tapi sumbangan, kalau pungutan itukan ada durasi waktunya. Tapi kalau sumbangan durasi waktunya bebas. Yang kedua kami pihak sekolah sudah berkordinasi dengan komite, kebutuhan kami apa, sekolah butuh anggaran segini, lalu kami memberi undangan kepada orang tua wali murid semua,” ungkap Ufar Ismail kepada netpitu.com, Kamis, ( 01/12/2022 ).

Lebih lanjut diungkapkan, saat rapat memang dirinya dihadapan orang tua siswa memberikan contoh kepada ibu orang tua wali murid jika menyumbang Rp. 700 ribu per siswa masih kurang Rp. 1,19 juta, kalau Rp. 800 ribu kurangnya Rp. 136 juta.

Baca Juga :  Jelang Pelaksanaan Kurikulum Merdeka SDN l Kadipaten Gelar Jalan Santai

“Sudah saya hanya sampai situ lalu saya keluar ruangan dan saya langsung minta untuk pak sarwo (selaku ketua komite) untuk melanjutkan,” tambahnya.

Menurut Ufar, ( dalam rapat dengan orang tua siswa ) tidak ada penetapan nominal, dirinya hanya memberi perkiraan, perumpamaan dari Rp. 700 ribu sampai dengan Rp. 800 ribu saja. Akhirnya disepakati Rp. 800 ribu per siswa.

” Lagi pula ini suatu program yang tidak harus jadi makanya kita ambil langkah seperti itu. Lagi pula jika kebutuhan siswa semakin banyak dan orang tua wali murid hanya menyumbang Rp. 50 ribu saja atau tidak menyumbang, kan dilihat tidak layak atau kurang pantas,” ujar Ufar Ismail.

Baca Juga :  Mbah Saenah Warga Miskin Yang Tak Pernah Tersentuh Bantuan Sosial Pemerintah

“Apalagi di luar sana-sini banyak yang nyumbang, dan siswa yang menempati tiap harinya tidak nyumbang kan yo saru mbak,” tandas Ufar.

Disinggung soal undangan rapat sumbangan kepala SMPN 1 Temayang itu mengakui bahwa undangan tersebut memang dari sekolah dan tanda tangan kepala sekolah. Bahkan dirinya mengakui bahwa hal itu salah dan seharusnya undangan tersebut barkotnya komite serta tanda tangan ketua komite.

Baca Juga :  DPP Kompakdesi Tunjuk M. Ghozali Jadi Ketua DPC Kompakdesi Bojonegoro

Menanggapi soal pungutan uang sumbangan kepada orang tua siswa di SMPN 1 ini, sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menegaskan pihak SMPN 1 Temayang telah melanggar peraturan. Lantaran menurut Permekniknas Nomor 75 tahun 2017 yang diperbolehkan melakukan penarikan uang sumbangan itu hanya pihak Komite, selain komite tidak diperbolehkan, ” ungkap Ahmad Supriyanto, S.Pd., MH. kepada netpitu.com.

“Sekali lagi saya tegaskan, tidak boleh menarik uang dengan alasan apapun terhadap siswa. Dan nanti akan kita agendakan untuk memanggil mereka beserta dinas pendidikan guna memberikan keterangan lebih lanjut,” tandas Ahmad Supriyanto, anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Golkar.

(put)