Sekolah Dilarang Jual Seragam Sekolah Melalui Koperasi

- Team

Selasa, 2 Juli 2019 - 10:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kain seragam sekolah putih abu-abu dan pramuka ini dibeli melalui koperasi siswa SMA Negeri 2i Bojonegoro.

Kain seragam sekolah putih abu-abu dan pramuka ini dibeli melalui koperasi siswa SMA Negeri 2i Bojonegoro.

BOJONEGORO. Netpitu.com – Meski sudah ada surat edaran dari Dinas Pendidikan Jawa Timur , nomor 420/3846/101.1/2019 tentang sekolah tidak memaksakan siswa baru untuk membeli seragam melalui koperasi sekolah atau komite sekolah, namun SMA di Bojonegoro masih saja melibatkan koperasi siswa dalam penyediaan seragam sekolah.

Pengarahan agar siswa membeli seragam sekolah tersebut dilakukan pihak sekolah saat daftar ulang siswa yang diterima di SMA tersebut. Harga beli pakaian di setiap SMA bervariasi, berkisar antara Rp. 950 ribu hingga Rp. 1,1 juta.

Pembelian seragam baru bagi siswa yang masuk SMA ini dilakukan oleh semua SMA Negeri yang ada di Bojonegoro. Siswa atau orang tua siswa yang telah selesai melakukan daftar ulang di SMA tersebut disodori selembar kertas yang berisi daftar kain seragam berikut harganya. Selanjuthya mereka disuruh “nebus” kain seragam dan atribut sekolah itu di koperasi siswa.

Menanggapi pengarahan pembelian seragam sekolah di Koperasi siswa ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa timur, di Bojonegoro, Adi Prayitno, menyatakan bahwa sekolah dilarang menjual seragam meski pembeliannya melalui koperasi siswa.

“Meski melalui Koperasi ( siswa ) tetap tidak boleh,” ujar Adi Orayitno, saat dtemui di kantornya.

“Kalau ada sekolah yang memaksa harus beli seragam di sekolah, bisa dilaporkan ke kantor cabang dinas pendidikan (Jatim) di Bojonegoro ini,” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakan Adi, bahwa sekolah dilarang menjual seragam maupun mengarahkan pembelian seragam sekolah siswa melalui koperasi. Sekolah juga tidak boleh memaksa siswa untuk membeli kain seragam di koperasi. Itu hak suswa mau beli dimana saja, tidak harus di koperasi sekolah.

“Kalau sudah mulai maduk sekolah dan siswa belum punya seragam, siswa bisa menggunakan seragam sekolah waktu SMP,” lanjut Adi Prayitno.

Baca Juga :  Ketika Mahasiswa Unigoro Jualan Produk Olahanya di CFD

Pernyataan Adi itu menjawab rencana pemberian bantuan seragam gratis oleh Pemerintah Provinsi Jawa timur, yang akan memberikan seragam putih abu-abu dan pramuka secara gratis pada seluruh siswa baru SMA/SMK di Jatim.

Tetapi untuk waktu sekarang ini, dikatakan Kepala Cabdindik Jatim, di Bojonegoro itu, bahwa hingga sekarang material seragam belum ada. Sambil menunggu datangnya bantuan seragam dari Provinsi, siswa baru SMA/SMK bisa memakai pakaian bebas asalkan rapi.

Terpisah, dilansir dari kompas.com, Dinas Pendidikan Jawa Timur mengeluarkan surat edaran nomor 420/3846/101.1/2019 agar sekolah tidak memaksakan siswa baru untuk membeli seragam melalui koperasi sekolah atau komite sekolah, kecuali atas permintaan orangtua/wali peserta didik.

Hal tersebut dilakukan karena Dinas Pendidikan Jatim tahun ini kembali memberikan fasilitas seragam baru bagi peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020 di SMA/SMK negeri dan swasta.

Baca Juga :  26 Kepsek SMP Lakukan Serah Terima Jabatan

Menurut Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono, tahun ini alokasi seragam gratis bagi siswa SMA/SMK negeri dan swasta di Jatim, rencananya akan dibagikan pada bulan September 2019.

Setiap siswa akan mendapatkan kain untuk dua setel seragam sekolah, yang terdiri dari satu setel pakaian abu-abu dan satu setel pakaian seragam pramuka.

”Kalau sekolah juga jual sifatnya tidak boleh memaksa. Karena siswa bisa menggunakan seragam lama. Kalau mau menggunakan yang baru, bisa membeli di toko seragam,” tutur Hudiyono.

Terpenting, kata dia, siswa diterima lebih dulu dan bisa mengikuti pembelajaran. Sekolah hanya memfasilitasi apa yang dibutuhkan siswa. Sehingga pengadaan pakaian seragam tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan penerimaan maupun daftar ulang peserta didik baru atau kenaikan kelas.

(ro)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Job Fair SMKN 1 Bojonegoro Sukses Jaring 1.217 Orang Pelamar Kerja
Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro
Diikuti 44 Didu dan PT, SMKN 1 Bojonegoro Mulai 11 – 13 Juni Gelar Job Fair Untuk Umum
Satu Jiwa Tolak Korupsi, Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro
PPDB SMKN Tuban – Bojonegoro Resmi Ditutup, 1109 Bangku Tak Terisi
Orang Tua Wali Murid Pertanyakan Uang Tabungan dan Uang Kunjungan Industri Yang Belum Dikembalikan
IKA SMP Negeri 2 Bojonegoro Mulai Bangun Mushola di SMPN 2

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 18:57

Polres Tuban Bakal Panggil Anna Mu’awanah Terkait Dugaan Laporan Palsu Ke Polisi

Kamis, 13 Juni 2024 - 02:53

Job Fair SMKN 1 Bojonegoro Sukses Jaring 1.217 Orang Pelamar Kerja

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:03

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Senin, 10 Juni 2024 - 13:16

Diikuti 44 Didu dan PT, SMKN 1 Bojonegoro Mulai 11 – 13 Juni Gelar Job Fair Untuk Umum

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:09

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:00

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 9 Maret 2024 - 21:31

Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32