oleh

Pengerjaan Proyek Pelebaran Jalan Nasional Bojonegoro – Balen Terkesan Amburadul

BOJONEGORO. Netpitu.com – Proyek pelebaran jalan poros Propinsi Jatim sepanjang 10 kilometer dengan dana APBD Bojonegoro Tahun 2021, mulai dari Tugu Selamat Datang Bojonegoro hingga depan Balai Desa Margomulyo Kecamatan Balen terkesan amburadul.

“Banyak pohon yang ditebang tapi akar dari pohon yang ditebang tersebut tidak ikut dibersihkan…Ngeri”, ujar Warsono (57 tahun) warga Kec. Balen, kepada Netpitu.com.

Warsono mengatakan, untuk akar pohon mestinya ikut dibersihkan.Jangan pohonnya saja yang ditebang tapi akar pohon tidak dibersihkan, kalau tidak ikut dibersihkan bisa mengganggu mutu dan kualitas proyek tersebut.

Baca Juga :  Jembatan Glendeng Ditutup, Penambang Perahu Ketiban Rejeki Rp. 1,2 Juta Per Hari

Menanggapi keluhan warga tersebut, Ivan Kusaevi selaku Sekretaris Dinas PU Bina Marga Bojonegoro menjelaskan, untuk akar pohon mestinya ikut dibersihkan, jangan sampai tidak dibersihkan karena kalau proyek tersebut selesai bisa merusak mutu dan kualitasnya, Senin (02/08/2021).

“Pihak kontraktor harus bekerja sesuai dengan kontrak kesepakatan bersama yang telah ditandatangani. Jangan mengurangi jumlah volume proyek. Kita dari Dinas PU Bina Marga terus memantau pekerjaan yang ada di lapangan, tidak hanya pekerjaan pelebaran jalan saja, tetapi semua proyek yang ditangani oleh Dinas PU Bina Marga”, jelas Ivan Kusaevi.

Baca Juga :  Kata Jenderal Cah Bojonegoro Ini : Keamanan Kita Cukup Terkendali.

Dikatakan pula, hari ini Dinas PU Bina Marga hari ini memerintahkan Kabid Bina Marga Dan Penataan Ruang untuk monitoring lokasi lokasi pekerjaan proyek pelebaran jalan poros Propinsi Jatim.

“Untuk warga Bojonegoro diharapkan ikut andil untuk mengawasi proyek yang dibiayai oleh APBD Bojonegoro tersebut dan warga pengguna lalu lintas diharapkan berhati-hati dikarenakan ada kendaraan proyek yang mengangkut material”, pungkas Sekertaris Dinas PU Bina Marga Bojonegoro, Ivan Kusaevi.

Baca Juga :  Wawancara khusus Dengan Dedengkot Partai demokrat Prof. Dr. Budi Subur Santoso : Politik Kita Itu Politik Cair

(yon)