oleh

Warga Puas Bisa Nobar Film Pengkhianatan G30S PKI

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sekitar 300 warga Desa Meduri, Dusun Pucanganom, Kecamatan Margomulyo, Bjonegoro, diam terpaku dan tegang selama mengikuti jalannya alur cerita film penggianatan G30S/PKI, Sabtu (30/9). Kegiaan non bareng pemutaran film tentang tragedi 1965 ini diselenggarakan oleh pelaksana TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 100 Kodim 0813 Bojonegoro.

Meski film pengkhianatan G30S PKI ini telah diputar sejak tahun 1980-an namun bagi warga Desa Meduri mereka baru bisa menikmati menonton produksi sinema arahan sutradara Arifin C. Noor tersebut. Inilah pertama kalinya warga Desa Meduri menonton film semi dikumenter tersebut.

Pasalnya kendati film tersebut sering diputar di stasiun televisi mereka tidak dapat menonton lantaran waktu itu tidak ada warga yang memiliki pesawat TV, ditambah fasilitas jaringan listrik juga belum masuk di Desa Meduri.

Sehingga tak terelakan saat kabar nonton bareng pemutaran film G30S PKI tersebar luas banyak warga luar Dusun bahkan luar Desa Meduri yang berbondong-bondong turut menyaksikan film yang di gelar di lapangan Dusun Pucanganom.

“Alhamdhulillah, sekarang kami tahu bagaimana gambaran peristiwa 1965. Semoga tak terjadi lagi, kasihan rakyat cilik (kecil,red) yang selalu menerima dampaknya,” komentar salah satu penonton film G30S PKI.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke- 100 Kapten Arm Sugiyono, mengatakan bahwa nobar tersebut, untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan pendidikan sejarah bangsa di kalangan masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

“Tujuan pemutaran film ini adalah agar generasi tidak melupakan sejarah,”

Terpisah, Kepala Desa Meduri Hariyono mengatakan dengan pemutaran film G-30S PKI itu kita dapat mengingat kembali bahwa di negara kita pernah ada peristiwa pemberontakan yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.

“Kita mencoba mengingatkan kembali kepada masyarakat, khususnya generasi muda akan sejarah kelam yang pernah terjadi di negara kita melalui nobar ini,” ujar Hariyono.

(Dan)