oleh

Building Positive Charackter Hari Santri Diikuti 7 Lembaga Pendidikan

BOJONEGORO. Netpitu.com – Peringati hari santri nasional Madrasah Diniyah Miftahul Huda, Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro, lakukan kegiatan Building Positive Charackter.

Building Positive Charakter tahun ini diikuti oleh 7 lembaga pendidikan diantaranya, 1. Madrasah diniyah Miftahul Huda, 2. SDN Siwalan – Sugihwaras, 3. SDN Sumberagung 3 Dander, 4. Madarasah Ibtidaiyah Al Islamiyah, Pejambon – Sumberejp, 5. MI Unggulan Miftahul Huda, Lengkong – Balen, 6. TPQ Nurul Quran Sumberejo, 7. TPQ dan Madin Tariqul Huda, Mlangi – Sumberejo.

Total santri/ siswa sekolah yang ikut dalam building Positive Charackter ini mencapai 120 orang.

Menurut pengasuh Madrasah diniyah Miftahul huda, Desa Genjor, Sugihwaras, Pujiono, tujuan dari building positive charackter ini adalah untuk membentuk kepribadian dan karakter santri/ siswa didik agar mandiri, kreatif, terampil dan selalu berpikir positif serta bertanggungjawab.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah penerapan norma budaya kesusilaan, adab sopan santun serta kegiatan yang bersumber dari kerarifan lokal, seperti gotong royong, kepedulian tethadap sesama.

Dikatakan Oujiono, building positive charackter akan dilakukan selama dua hari dan peserta diwajibkan untuk menginap di rumah hunian.

 

“Rumah huniannya adalah rumah warga Desa. Jadi mereka akan menginap di rumah-rumah warga,” terang Pujiono.

Selama menginap di rumah warga santri/ siswa perserta building positive charakter harus bersosialisasi dengan pemilik rumah dengan mempraktekan budaya sopan santun.

Sementara itu pengasuh Madin Toriqul huda, Sumberejo, A. Rofik, mengatakan kegiatan ini sangat dibutuhkan lembaganya untuk penguatan karakter santri, dan sangat baik untuk mempersiapkan dan mencetak generasi emas di masa datang.

“Mendidik anak tidak bisa hanya sekedar diajarkan baca dan tulis. Lebih dari itu, pendidikan akhlaq juga sangat penting sebagai bekal santri dalam bermasyarakat. Building positive charackter juga menanamkan jiwa kepemimpinan yang tangguh,” ujar Rofiq.

(ro)