oleh

BPS Dan Dinkominfo Komitmen Selenggarakan Sistem Satu Data Indonesia

-GOODNEWS-173 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Dalam upaya mewujudkan implementasi untuk menuju satu data Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro melakukan penandatangan komitmen bersama dengan Dinas Kominfo dalam penguatan penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional (SSN) khususnya di wilayah Jawa Timur.

Prosesi penandatangan komitmen bersama dilakukan serentak se Jawa Timur yang dilakukan secara daring melalui Zoom oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten atau Kota dengan Dinas Kominfo terkait pengolahan data.

Dadang Hendrawan selaku Kepala BPS Provinsi Jawa Timur mengatakan, perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam implementasi satu data Indonesia khususnya di Jawa Timur cukup besar.

“Hal ini ditunjukkan dengan peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 81 tahun 2020 tentang satu data provinsi Jawa Timur”, kata Dadang Hendrawan.

Dadang Harniawan menjelaskan, semangat Satu Data Jawa Timur tidak hanya di kalangan eksekutif namun terasa sampai dengan tingkat teknis, khususnya Dinas Kominfo Jawa Timur.

“Semangat kerja sama dan kolaborasi yang baik semoga dapat mewujudkan satu data Indonesia terutama dalam membina statistik sektoral di masing-masing OPD”, jelas Dadang Hendrawan.

Dalam kesempatan yang sama, secara virtual Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, perlunya upaya untuk mensistematisir data. Karena data akan menjadi penguatan, percepatan, efektivitas serta akuntabilitas yang makin terintegrasi.

“Tetap harus ada center di mana seluruh data bisa diakses dan memudahkan semua pihak yang ingin mendapatkan informasi terkait dengan apa yang terupdate dari seluruh dinamika pembangunan di Jawa Timur,” ungkap Gubernur Jawa Timur.

Menurutnya, terkait ini maka Pemerintah Propinsi Jatim melakukan sinergitas dan membangun kolaborasi di antara pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID).

“Pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) di setiap OPD memang harus bersatu, karena mungkin sistemnya siap, operatornya siap, tetapi tidak ada passion untuk update data maka data itu akan menjadi data tua dan validitasnya makin lama akan menurun”, terang Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa menambahkan, dengan adanya sinergitas dan kolaborasi ini akan menyambung dari Provinsi dan seluruh Kabupaten kota, karena Jatim connect membutuhkan kualitas SDM, dimana orang yang passionya di data maka di bidang data.

“Dan tentu wali datanya di Kadis Kominfo memang harus menyiapkan tim yang betul-betul terukur bagaimana pencapaian data di Jawa Timur sesuai dengan Perbup 81 tahun 2020 bisa dipercepat”, pungkas Gubernur Jatim.

(pur)