oleh

Tidak Profesional Dukcapil Sebabkan Pemohon KTP Antri

BOJONEGORO, Netpitu.com –  Cuti bersama hari raya idul fitri tahun ini, sangat berdampak pada mandeknya pelayanan pemerintah dalam hal pemenuhan identitas pribadi atau KTP yang dibutuhkan masyarakat.

Seperti dirasakan oleh seorang warga balen, Ahmad Jamil mengaku mengeluh, karena terjadi antrean yang luar biasa diawal masuk kerja hari ini, senin, 3/7/2017.

“ rencana hari ini saya mengurus kartu penduduk untuk anak saya, diluar dugaan ternyata terjadi antrean yang lumayan parah, gumamnya.

Petugas dukcapil nampaknya tidak mengantisipasi akan kejadian ini, sehingga dapat dipastikan bayak pemohon yang tidak dapat terlayani hari ini, tambahnya.

Akibatnya, banyak pemohon ktp harus kembali lagi esoknya. “ kalo begini kejadiannya besok bakal kembali lagi, untuk ambil hasilnya “, kesalnya.

Sementara itu pemerintah pusat telah menerbitkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk anak-anak. KTP bernama Kartu Indentitas Anak (KIA) itu diterbitkan untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak. Berdasarkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, KTP anak ini terdiri dari 2 jenis.

Yaitu untuk anak yang berusia 0-5 tahun dan untuk anak 5 sampai 17 tahun. Bagi anak warga negara Indonesia (WNI) yang baru lahir, KTP Anak akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akte kelahiran. Untuk anak WNI yang belum berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya b. KK asli orang tua/wali; dan c. KTP asli kedua orangtuanya/wali.

Sedangkan anak WNI yang telah berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya b. KK asli orangtua/wali c. KTP asli kedua orangtuanya/wali d. Pas foto Anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar.

Untuk anak warga negara asing yang tinggal di Indonesia, untuk mendapatkan KIA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Fotocopy paspor dan izin tinggal tetapi b. KK Asli orang tua/wali c. KTP elektronik asli kedua orangtuanya. Tata Cara Pada Pasal 13 Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, tertulis tata cara pembuatan KTP anak ini.

Adapun tata caranya : 1. Pemohon atau orangtua anak menyerahkan persyaratan penerbitan KIA dengan menyerahkan persyaratan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). 2. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA. 3. KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas atau kecamatan atau desa/kelurahan. 4. Dinas dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling dengan cara jemput bola di sekolah-sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak-anak dan tempat layanan lainnya, agar cakupan kepemilikan KIA dapat maksimal.

Untuk anak warga asing, berikut ini cara pembuatan KTP Anak: 1. Terhadap anak yang telah memiliki paspor, orangtua anak melaporkan ke Dinas dengan menyerahkan persyaratan untuk menerbitkan KIA. 2. Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA. 3. KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas.

(red/Dan)