oleh

Jelang Pilkada Polres Gelar Apel Besar

BOJONEGORO. Netpitu.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah yang akan dilaksanakan pada 2018 beragam upaya dilakukan untuk menjaga keamanan dan situasi yang kondusif ditengah masyarakat.

Seperti hari ini,  Selasa (3/10) di alun alun  Bojonegoro  dilakukan  apel besar Bojonegoro Kampung Pesilat.  Dengan tema  bersama  tiga pilar Kamtibmas dalam rangka  mewujudkan situasi Kamtibmas  yang kondusif  menghadapi pemilukada Bojonegoro 2018.

Bupati Bojonegoro, Dr. Suyoto, Msi mengatakan Bojonegoro  merupakan daerah konflik. Ia berterima kasih kepada seluruh  pesilat di Bojonegoro yang telah  menjaga  keamanan dan suasana kondusif.  Kepada pihak  Polres dan Kodim yang telah menginisiatif kegiatan positif  ini mengumpulkan semua pesilat  dan memberi Media  dan wahana  untuk seluruh perguruan silat di Bojonegoro.

Kapolda Jatim Irjen Mahfud Arifin kepada Kabaharkam menjelaskan di jajaran  Polda Jatim untuk rumah  kantor Babinkamtibmas di jajarannya terdapat 271 rumah  dari 19 polres  di Polda Jatim.

Dia mengharapkan agar rumah ini juga dibangun di beberapa  Polres  lainnya sehingga makin mendekatkan polisi dengan masyarakat.

Kapolda memberikan apresiasi luar biasa kepada para pesilat Bojonegoro yang  telah menggelorakan  semangat guyub  dan bersatu  untuk membangun Bojonegoro.

Kapolda menuturkan di luar Bojonegoro ada gesekan yang sering timbul antar perguruan silat yang berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan mengancam suasana ditengah masyarakat.

Kabaharkam Polri,  Komjen Pol, Drs. Patut  Eko  Bayuseno menyampaikan terima kasih kepada Kapolda  yang telah bekerja keras  membangun 271 rumah kantor  Babinkamtibmas di jajarannya.

Demikian pula kepada Kapolres Bojonegoro yang telah ada 43 rumah dan kantor  Babinkamtibmas di wilayah Polres Bojonegoro.

“Rumah kantor untuk. mendekatkan layanan Polri kepada masyarakat, sehingga 24 jam untuk menampung aspirasi dan mendeteksi  apakah ada ancaman. Babinkamtibmas  adalah problem solver atas masalah ditengah masyarakat, sejalan dengan pesan Kapolri agar tidak ada masalah sosial ditengah masyarakat dan mendeteksi adanya ancaman keamanan,” katanya.

Masalah lain yang harus diwaspadai, menurut Kabarhakam adalah masalah peredaran narkoba dan terorisme, tandas Kabarhakam.

Kepada Kabarhakam berharap agar pesilat bergabung dengan 3 pilar  untuk turut serta  pencegahan terhadap upaya ancaman  Babinkamtibmas.

Apalagi  Bojonegoro diceritakan menjadi daerah yang rawan konflik. Sejalan dengan semangat  sumpah pemuda yang akan kita peringati pada 28 Oktober mendatang pesilat harus menjadi  salah satu penggerak  menghidupi  rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

( Dan)