oleh

Selesaikan Pembangunan Jalan dan Jembatan di Bojonegoro Butuh Waktu 3 Tahun

BOJONEGORO. Netpitu.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membutuhkan waktu 3 tahun anggaran untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan poros Kecamatan dan jembatan yang telah mengalami kerusakan.

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut penting untuk segera dilakukan pengerjaannya karena kondisi jalan yang rusak dan tidak layak akan menjadi kendala kelancaran arus transportasi dan menghambat investasi daerah.

Selain itu dengan mulusnya akses jalan dan jembatan di wilayah Kecamatan dan Desa akan berpengaruh terhadap perkembangan peningkatan ekonomi warga masyarakat Kabupaten Bojonegoro, terutama yang tinggal di pedesaan.

Menurut Bupati Bojinegoto DR. Hj. Anna Muawanah, terdapat sekitar 61 persen jalan dan Jembatan di Kabupaten Bojonegoro yang kondisinya mengalami kerusakan sedang dan parah.

Kerusakan jalan dan jembatan itu perlu mendapat penanganan cepat dan tepat agar segera teratasi, ucap Bupati Bojonegoro dihadapan rekanan penyedia jasa kontruksi Bojonegoro pada kegiatan silaturrahmi Kadin indonesia dan Kadin Bojonegoro lantai 4 Gendung Pemkab Bojonegoro, Selasa (2/10).

“Setelah disumpah ( menjadi Bupati ), kami langsing tancap gas mulai menjalankan 17 Program janji politik. Ini adalah janji biting saya kepada masyarakat Bojonegoro baik yang memilih saya atau pun tidak. Saya harus¬† mensejahterakan rakyat Bojonegoro,” tegas Anna Muawanah, yang didampingi Wakil Bupayi Bojonegoro, Drs. H. Budi Irawanto, M.Pd.

Lebih lanjut ditandaskan Bupayi Anna Muawanah, bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan itu harus sudah selesai dalam waktu 3 tahun.

“Tapi, saya ingatkan, harus sesuai spek,” tegas Anna.

Selain jalan dan jembatan, kepada rekanan jasa konstruksi Bupati Anna Muawannah juga menyampaikan akan fokus menuntaskan pengadaan jaringan listrik di pedesaan. Karena fakta yang ada hingga sekarang ini masih banyak Dusun-dudun di Desa yang belum teraliri listrik.

“Dalam 3 tahun ini harus tuntas semua,” tandas Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah.

Sementara itu, menanggapi rencana Bupati Bojonegoro yang baru dilantik 24 Sepetember 2018 lalu itu, para pengusaha penyedia jasa konstruksi dan Kadin Bojonegoro menyambut baik rencana program tersebut.

Setidaknya hal tersebut akan memberikan peluang makin mambaiknya iklim investasi di Bojonegoro yang nantinya diharapkan juga mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi jumkah angka pengangguran di masyarakat.

(dan)