Sekitar 705 GTT K2 Bojonegoro Minta Diangkat Jadi PNS

- Tim

Minggu, 4 Februari 2018 - 13:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sekitar 705 Guru Tidak Ttap (GTT) yang masuk dalam katagori K2, meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Hanafi, mengusulkan status kepegawaian guru tidak tetap yang telah mengabdi sejak 2004 lalu diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa melalui jalur tes.

Salah satu alasan kenapa harus tidak melalui jalur rekruitmen umum (tes), lantaran mereka (GTT) telah melakukan pengabdian sebagai penddik dengan waktu cukup lama atau sepuluh tahun lebih.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Imunisasi Campak dan Rubela

Ke 705 GTT tersebut adalah mereka yang dulu tidak terjaring dalam rekruitmen jalur khusus pengangkatan honorer K2 yang teah diselenggarakan 2007 lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Paguyuban GTT K2 ojonegoro, Arif Rida Rfai, kepada netpitu.com, mengatakan pemerintah pusat harus punya kepedulian dalam memperhatikan nasib para Guru tidak tetap yang telah mengabdi di dunia pendidikan selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Kasus Konfirmasi Covid di Bojonegoro Kembali Meningkat

Ditambahkan, pihak telah menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, agar mengusulkan kepada Menteri Pendidikan supaya GTT yang telah lama terlantar nasibnya ini segera diangkat menjadi PNS tanpa melalui jalur tes.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, mengatakan fakta yang ada di lapangan, Bojonegoro memang tengah memutuhkan banyak guru, baik di Sekolah dasar, maupun SMP.

Baca Juga :  Kemenag Berharap Pelaksanaan Pemberangkatan Jamaah Haji Tahun Ini Lebih Baik

“Banyak guru PNS yang sudah pensiun tetapi belum ada pengggantinya, jika persoalan ini dibiarkan terlalu lama maka akan menjadi masalah dikemudian hari,” kata Hanafi.

Atas usulan yang disampaikan oleh para GTT, Hanafi akan berusaha memperjuangkan dalam rapat Koordinasi Pendidikan nasional di Jakarta.

“Ya, usulan itu akan kami sampaikan kepada pak Menteri (Pendidika),”tandas hanafi.

(dan)

Berita Terkait

Satu Jiwa Tolak Korupsi, Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro
PPDB SMKN Tuban – Bojonegoro Resmi Ditutup, 1109 Bangku Tak Terisi
Orang Tua Wali Murid Pertanyakan Uang Tabungan dan Uang Kunjungan Industri Yang Belum Dikembalikan
IKA SMP Negeri 2 Bojonegoro Mulai Bangun Mushola di SMPN 2
Pungutan Kepada Siswa Melalui Komite Itu Tidak Dibenarkan
Tim Bola Voli SMA Negeri 2 Bojonegoro Juarai Turnamen Kacabdin Cup
Duhhh !!! PPDB Tahun Ini Banyak SMP Negeri Wilayah Kota Kekurangan Pagu
Bicara PIP Bupati Jangan Sekedar Bikin Pencitraan

Berita Terkait

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:09

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:00

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 9 Maret 2024 - 21:31

Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

GOODNEWS

Komunitas IRL Jatim Bagikan Takjil di Bojonegoro

Minggu, 31 Mar 2024 - 12:29

BERITA

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 23 Mar 2024 - 14:00